Bulungan

BP2RD akan Berlakukan Sanksi

Salah satu potensi sumber pendapatan asli daerah di Bulungan. (Foto : Dok/Koran Kaltara)
  • Bekukan Izin Sementara bagi yang Tidak Taat Pajak

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Meski realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi daerah di Bulungan masih relatif tinggi, namun pada kenyataannya tingkat kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tak masih perlu terus ditingkatkan. Hal ini merupakan potensi untuk memperoleh PAD yang lebih tinggi lagi

Dalam hal ini Pemkab Bulungan, melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Bulungan sedang menyusun inovasi baru untuk meningkatkan kesadaran membayar pajak tersebut. Salah satunya dengan menerapkan sanksi bagi yang tidak taat pajak.

Kepala BP2RD Bulungan Adi Irwansyah mengatakan, berkaitan dengan pemberian sanksi, pihaknya masih mengkomunikasikan secara yuridisnya dengan pihak-pihak terkait. Termasuk pihaknya juga akan bersinergi dengan pihak BPK, Kejaksaan dan bahkan KPK.

“Beberapa tahun ini kita telah menggalakan sosialisasi dan sejenisnya. Akan tetapi tahun 2021 ini kita coba melalui aspek yuridis. Dengan artian dimungkinkan adanya sanksi bagi yang tidak bayar,” ujarnya.

“Itu akan diusulkan, tapi semua tergantung pimpinan di atas nantinya seperti apa. Memang sejauh ini belum ada sanksi yang diberlakukan,” tegas dia.

Jika nantinya ada sanksi, lanjutnya, maka minimal ada sanksi administrasi bagi para wajib pajak yang sedikit bandel. Termasuk misalnya bagi pemilik usaha yang tidak taat, bisa diberikan sanksi hingga pembekuan sementara izinnya.

“Iya begitu (sanksinya).  Harapan kita kesadaaran bisa meningkat untuk bayar pajak. Kalau kesadaran membayar pajak tinggi, berarti  ketersedian dana pembangunan bisa terpenuhi juga di Bulungan,” sebutnya.

Sebelumnya, seperti diketahui, realisasi PAD pada 2020, dari target awal sebesar Rp16 miliar yang kemudian dinaikan dalam anggaran perubahan menjadi Rp21 miliar, realisasi mencapai mencapai Rp43,69 miliar. Realiasi tersebut, terdiri dari realisasi dari pajak daerah sebesar Rp35,45 miliar.  Kemudian realisasi retribusi daerah sebesar Rp7,4 miliar, serta pendapatan daerah lainnya yang sah dari pajak dan retribusi sebesar Rp798 juta.

Dengan melihat progres yang ada, BP2RD menaikan target capaian realisasi PAD pada tahun ini.  “Target murni 2021 khusus pajak kisaran masih di posisi Rp21 miliar lebih. Tapi ada rencana dan sudah diusulkan di perubahan penjabaran melalui APBD akan kami naikan menjadi Rp45 miliar lebih,” ungkap Adi.

Ia tak menampik target yang diharapkan cukup tinggi. Namun pihaknya optimis bisa terwujud. Seperti halnya realisasi  PAD sebelumnya atas kinerja Tim BP2RD, Iwan juga memastikan masih banyak potensi Bulungan yang bisa menjadi sumber PAD.

“Capaian itu atas kinerja tim yang solid , hingga punya komitmen bersama serta potensi-potensi menjanjikan yang ada di daerah,” jelasnya.

Lebih jauh, Iwan mengatakan, perkembangan daerah turut mendukung realisasi capaian target PAD tersebut. Selain itu ia juga tetap mengingatkan kesadaran masyarakat terkait kewajibannya membayar pajak. (*)

Reporter: Nurjannah
Editor: Eddy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah