Ekonomi Bisnis

BI Tiadakan Penukaran Uang Lusuh dan Rusak

Penukaran uang di KPwBI Kaltara ditiadakan selama PPKM di sejumlah daerah. (Foto : Ist)

TARAKAN, Koran Kaltara – Persediaan uang kas titipan Bank Indonesia yang ada di wilayah Kaltara sampai dengan saat ini  diperkirakan masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kas titipan BI di Kaltara tersebut merupakan hasil kerja sama dengan BPD Kaltimtara yang terdapat di tiga kabupaten yakni Bulungan, Malinau dan Nunukan.

Sedangkan di Idul Adha tahun ini, dibandingkan tahun sebelumnya menurut data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara persediaan jumlah uang meningkat Rp825 miliar atau sebesar 174 persen.

“Persediaan meningkat untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat,” kata Kepala KPwBI Kaltara, Yufrizal, Kamis (22/7/2021).

Mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 di KPwBI Kaltara, untuk sementara meniadakan kegiatan penukaran uang rusak di KPwBI Kaltara mulai tanggal 29 Juni 2021 sampai pemberitahuan lebih lanjut.

“Kalau masyarakat yang ingin menukarkan uang rusak atau lusuh dapat menukarkannya kepada bank-bank terdekat. Selanjutnya, bank akan menukarkan atau menyetorkan uang rusak atau lusuh tersebut ke BI. Langkah ini kami lakukan untuk mengurangi kerumunan dan keramaian untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” terangnya.

Yufrizal menambahkan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum melakukan penukaran uang lusuh atau uang rusak.

Ia sebutkan, uang lusuh atau uang cacat akan diganti sebesar nilai nominal, namun kondisi fisik harus maksimal dua pertiga dari ukuran aslinya.

Dengan catatan, uang lusuh atau uang rusak ini masih merupakan satu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap diganti sebesar nilai nominal.

Kemudian, tidak merupakan satu kesatuan dan kedua nomor seri pada uang rusak tersebut harus lengkap.

Sedangkan untuk uang logam, kondisi fisiknya harus maksimal seperdua dari ukuran aslinya.

“Kami imbau masyarakat untuk mengenali Rupiah menggunakan teknik 3D, dilihat, diraba dan diterawang. Serta merawat Rupiah menggunakan teknik 5J, jangan dilipat, jangan dibasahi, jangan dicoret, jangan diremas dan jangan distaples,” bebernya. (*)

BACA JUGA : Arus Kas BI Kaltara Masih Catat Net Outflow

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa