Nunukan

Bertambah 9 Kasus, Satgas Covid-19 Tingkatkan Pemeriksaan Pintu Masuk Nunukan

Pemeriksaan suhu tubuh penumpang yang turun di Nunukan. (Foto: Asrin)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Penambahan sebanyak sembilan kasus positif Covid-19, membuat Satgas Penanganan Covid-19 Nunukan memperkuat pengawasan dan memperketat pintu-pintu masuk Pulau Nunukan. Tak terkecuali, di PLBL Liem Hie Djung, Tanah Merah, Nunukan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Nunukan Aris Suyono mengatakan, pengawasan tersebut ditingkatkan, karena adanya peningkatan kasus di Kota Tarakan dan Bulungan.

“Kita ketahui, mobilitas orang pergi dan datang di PLBL setiap hari selalu ada. Tentunya, ini juga menjadi perhatian kami,” terangnya kepada Koran Kaltara, Minggu (29/11/2020).

Dia menegaskan, langkah tersebut diambil karena Kabupaten Nunukan mendapatkan tambahan kasus sangat signifikan pada Sabtu (28/11/2020) siang. Ada sembilan orang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan PCR di RSUD Tarakan.

“Swab ini kita ambil dari tanggal 17-18 November dan kita kirim pada 19 November. Saat itu, ada 25 orang yang kita ambil sampel specimennya. Dengan rincian 23 diagnosa dan dua orang merupakan follow up pengobatan,” terangnya.

Menurut dia, ada keterlambatan pemeriksaan specimen di RS Tarakan karena di RSUD Tarakan terkendala penutupan pelayanan sampai tanggal 30 November.

“Nah, dari 25 orang itu, hanya 21 spesimen yang hasilnya sudah keluar. Kita tinggal menunggu empat orang diagnosa yang belum keluar hasilnya,” bebernya.

Dia menjelaskan, sembilan orang yang dinyatakan positif Covid-19, yakni Nunukan75, usia 30 tahun, warga Ujang Dewa, Nunukan Selatan. Pasien ini berinisial AG (perempuan) ini merupakan tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Nunukan. “Pasien ini kontak erat dari pasien Nunukan71 dan Nunukan72 pada saat berobat di IGD RSUD Nunukan,” bebernya.

Kedua, pasien Nunukan76, berumur 25 tahun, warga Binusan. Pasien ini berinisial AF (perempuan) merupakan suspek yang ditemukan di RSUD Nunukan, dengan gejala ISPA dan hasil rapid test reaktif.

Ketiga, lanjut dia, Nunukan77, berumur 35 tahun, warga Pembangunan, Nunukan Barat. Pasien berinisial FB (perempuan) juga merupakan suspek yang ditemukan di RSUD Nunukan, dengan gejala anemia berat dan rapid test dengan hasil reaktif.

Keempat, Nunukan78, bayi berinisial MA warga Ujang Dewa, Nunukan Selatan. MA berumur 1 tahun 11 bulan ini merupakan pasien anak dan masuk RSUD Nunukan pada 14 Nopember 2020, dengan diagnosa febris.

“Kemudian hari ketiga, anak itu menderita bacterial infection, anemia, diare dan hasil foto thorax pneumonia dan suspek TB paru. Pada tanggal 16 November, rapid testnya reaktif ketika akan dipindahkan ke ruang ICU,” bebernya.

Selanjutnya Nunukan79, perempuan berumur 35 tahun, warga Hasanuddin, Nunukan Utara. Pasien ini berinisial LN merupakan kontak erat dari pasien Nunukan71 dan Nunukan72.

Keenam, Nunukan80, seorang perempuan 24 tahun, warga Hasanuddin, Nunukan Utara. Pasien berinisial MG merupakan suspek yang ditemukan Puskesmas Nunukan. Pasien ini berobat ke Puskesmas pada 16 November 2020, dengan keluhan demam, nyeri menelan dan ada gangguan indera penciuman.

Ketujuh, Nunukan81, seorang perempuan 31 tahun, warga Fatahillah, RT 10 Nunukan Tengah. Pasien berinisial YMP merupakan calon pelaku perjalanan yang akan bepergian ke Makassar, namun hasil pemeriksaan rapid testnya reaktif pada 11 November 2020.

“Tanggal 18 November, kita kembali melakukan rapid tes dan hasilnya reaktif. Pasien ini kebetulan satu kantor dengan pasien Nunukan59, namun kita belum bisa menyimpulkan ada hubungan atau tidak antara pasien Nunukan59 dengan pasien Nunukan81 karena waktunya sudah lama melebihi 14 hari masa inkubasi,” jelasnya.

Kemudian, kata dia, pasien ke-8 dengan kode pasien Nunukan82, seorang pria warga Sedadap, berinisial HA, suami dari pasien Nunukan75, yang kontak dengan pasien Nunukan71 dan Nunukan72.

“Dan pasien ini juga merupakan karyawan di Puskesmas Sedadap, tapi bukan tenaga kesehatan. Pasien ini juga memiliki gejala ISPA dan gangguan indera penciuman,” tambahnya.

Terakhir, pasien ke-9, kata dia, Nunukan83, pria, warga Sebatik Tengah, berinisal A yang juga calon pelaku perjalanan datang di Puskesmas Aji Kuning. Dengan, pemeriksaan rapid tes reaktif pada 12 November 2020. Lalu, hasil rapid kedua juga masih reaktif pada 14 November.

“Untuk pasien follow up Nunukan70 dan Nunukan73, hasilnya masih positif, belum dinyatakan sembuh. Kita juga masih menunggu hasil follow up untuk pasien Nunukan74 yang dirawat di RSUD Malinau,” bebernya.

Menurut dia, apabila dilihat dari tanggal pengambilan spesimen pada 17 dan 18 November 2020 dan dikirimkan tanggal 19 November, maka ada kemungkinan pasien konfirmasi sudah selesai melakukan isolasi mandiri, terutama bagi yang tidak bergejala.

“Namun kita tetap masih menunggu hasil penyelidikan epidemiologi yang dilaksanakan Tim TGC masing-masing Puskesmas di wilayah tempat tinggal pasien,” bebernya.

Menurut dia, Tim Teknis Kesehatan sampai saat ini masih terus melaksanakan kegiatan surveilans aktif di Puskesmas dan RSUD Nunukan. Baik melalui Surveilans ILI (Influenza like Ill) maupun Surveilan SARI (Severe Acute Respiratory Infection).

“Karena ini terbukti, maka kita masih menemukan kasus-kasus suspek. Dan, hari ini berubah menjadi konfirmasi. Kita juga mengimbau seluruh masyarakat pro aktif, ” jelasnya. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah