Bulungan

Bertambah 8 Orang Reaktif Covid-19 di Pasar Induk

RAPID TEST - Pemeriksaan tes cepat atau rapid test, Di Pasar Induk  kembali dilakukan, Kamis (21/5/2020). (Foto : Nurjannah/Koran Kaltara)
  • Total 16 Orang, Tak Dibolehkan Karantina Mandiri

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Tes cepat atau rapid test Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di area Pasar Induk Tanjung Selor Kembali dilakukan Kamis (21/5/2020) pagi hingga siang kemarin. Setelah di hari pertama sebelumnya ditemukan lima orang pedagang dan pengunjung yang reaktif berdasar hasil rapid test. Pada hari kedua kemarin ditemukan lagi 8 yang reaktif. Ditambah di Pasar Sore sebanyak 2 orang dan satu orang di bandara. Sehingga total ada 16 orang yang reaktif dan semua telah menjalani karantina di Asrama Badan Diklat Bulungan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan Imam Sujono mengatakan sejumlah orang yang dinyatakan reaktif langsung dilakukan karantina, di lokasi karantina. “Untuk hari pertama saja berkisar 10 persen, itu cukup tinggi sebenarnya. Dan ini akan kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Di hari kedua ini, pihaknya menyiapkan setidaknya 100 stik rapid test. Selain Pasar Induk, selanjutnya juga dilakukan di Pasar Sore Jalan Soeprapto.

Pada pemeriksaan Kamis (21/5/2020), kata ditemukan delapan reaktif di Pasar Induk. Sehingga setidaknya ada 13 reaktif hasil rapid tes tersebut yang selanjutnya melakukan karantina dan diambil swabnya.

“Ini kita lakukan uji petik, atau satu-satu secara acak. Karena ini kita mau analisa, sebagai sarana pencegahan sebelum melakukan langkah selanjutnya. Inilah dasar kita untuk mengambil kebijakan nantinya,” kata Imam.

Selain di pasar dan bandara, pemeriksaan rapid test, lanjutnya, juga akan dilakukan di sejumlah fasilitas pusat perbelanjaan dan fasilitas umum lainnya. “Pokoknya sebelum lebaran ada beberapa tempat yang kita akan lakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Sementara itu, disinggung pengambilan swab, dirinya mengatakan untuk delapan orang reaktif hasil pemeriksaan di hari sebelumnya sudah diambil sampelnya pada pagi Kamis (21/5/2020).

“Tadi pagi, untuk swab sudah delapan orang itu, dan dikirim hari ini sampelnya. Kalau mau cepat sebenarnya Tarakan, tapi ini mau lebaran mereka tutup. Kemungkinan besar ke Jakarta kita kirim,” katanya.

Dengan kondisi saat ini untuk fasilitas karantina, dirinya memastikan masih cukup, sebab untuk yang sebelumnya sudah banyak yang sembuh. Saat ini masih ada sekitar 25 orang yang melakukan karantina. Imam memastikan semua tetap karantina, bahkan ketika hari lebaran.

“Tenaga medis tidak libur karena yang diisolasi pasti terus berlanjut. Termasuk yang di karantina. Kalau reaktif menginginkan karantina mandiri kita tidak perkenankan. Karena itu juga beresiko,” ungkapnya.

Imam menambahkan, di Bulungan rata-rata warganya yang terpapar Covid-19 tidak menunjukkan gejala. Hal itu menurutnya bagus dari sisi kekebalan imunnya. Meskipun di sisi lain, dengan tidak ada gejala juga beresiko, karena sulit terdeteksi. (*)

Reporter: Nurjannah
Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendadak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah