Politik

Berkurang, KPU Umumkan DPT Nunukan 117.763 Orang

KPU Nunukan saat melakukan rapat pleno terbuka DPSHP dan penetapan DPT Pilkada 2020, pada Kamis (15/10/2020) pagi. (foto : Asrin/Koran Kaltara)

NUNUKAN – Setelah melakukan pencocokan data pemilih atau coklit, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan akhirnya menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) dan penetapan daftar pemilih tetap (DPT), Kamis (15/10), sekira pukul 10.00 WITA.

Anggota KPU Nunukan, Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Mardi Gunawan, S.I.Kom mengatakan, untuk jumlah DPT pada Pilkada 2020 ini sebanyak 117.763 orang. Rinciannya, 61.709 pemilih laki-laki dan 56.054 pemilih perempuan. Jumlah TPS se-Kabupaten Nunukan ditetapkan sebanyak 541 TPS.

“Kalau dibandingkan dengan jumlah DPT pada pemilih sebelumnya itu berkurang. Karena, pada Pilpres kita kemarin itu berjumlah 132.139 pemilih DPT, nah sekarang hanya 117.763 pemilih. Jadi, ada kurang lebih 15 ribuan lah penguranganya,” ungkapnya kepada Koran Kaltara, Kamis (15/10).

Penurunan jumlah ini paling signifikan terjadi untuk wilayah Kecamatan Nunukan. Sebab, kata dia, yang ditetapkan hanya sekitar 8 ribu lebih di Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan.

“Pertama dikarenakan TKI. Itu kita hapus ada sekitar 7.256 TKI. Itu tanpa proses coklit secara maksimal. Karena dia beralamat di kantor BP2MI Nunukan. Teman-teman juga sudah melakukan semaksimal mungkin, tapi ternyata tidak mencangkup keseluruhan,” jelasnya.

Sementara itu untuk pemilih permula, kata dia, pihaknya mengaku belum bisa melihat secara keseluruhannya. Namun jika diperkirakan ada sekitar 2 ribuan pemilih permula. “Kalau pemilih disabilitas juga ada. Tapi, kita belum melakukan pemetaan. Ke depannya kita upayakan dengan segera,” pungkasnya.(adv)

Reporter: Asrin

Editor: Hariadi

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah