Headline

Berjuang Tingkatkan Kompetensi Guru

Kepala Disdikbud Kaltara, Teguh Henri Sutanto.

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2021 jatuh pada hari ini, Kamis (25/11/2021) dengan tema “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”. Peringatan ini sebagai bentuk mengenang, menghargai, dan mengapresiasi jasa para guru di Indonesia. Seperti diketahui, tenaga pendidik merupakan kunci mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berdaya saing.

Beberapa daerah di republik ini, masih harus berjuang untuk memenuhi jumlah ideal guru, berikut kompetensinya. Seperti di Kalimantan Utara (Kaltara), tengah berupaya meningkatkan kompetensi guru melalui sejumlah program. Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Teguh Henri Sutanto.

“Kami masih harus berjuang dalam rangka peningkatan kompetensi. Itu artinya memang kita akui, khususnya di bidang profesional, di mana hasil tes PPG (Pendidikan Profesi Guru) masih perlu peningkatan,” kata Teguh saat dikonfirmasi Koran Kaltara, Rabu (24/11/2021).

Untuk itu, Disdikbud Kaltara berupaya untuk bisa meningkatkan kompetensi para guru. Salah satunya dengan memanfaatkan peran Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang merupakan wadah asosiasi atau perkumpulan bagi para guru mata pelajaran.

Selain itu, dari sisi kuantitas, dia juga mengakui Kaltara masih kekurangan tenaga pendidik. Dia mencontohkan, melalui perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun ini, masih banyak formasi yang tidak terisi.

“Kita dapat formasi 603, terisi hanya 360. Artinya masih banyak membutuhkan guru. Kekurangan itu masih kita taktisi dengan adanya guru honorer, terutama di bidang studi produktif di SMK (sekolah menengah kejuruan). Kalau guru adaptif, seperti guru PPKN, Fisika, Matematika, itu sudah cukup,” ungkapnya.

Kemudian, dunia pendidikan di provinsi paling bungsu ini juga harus berjuang di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda. Hal itu menjadi tantangan tersendiri. Terlebih sejak tahun 2020, pembelajaran hanya mengandalkan internet alias daring (dalam jaringan).

“Tidak ada tatap muka, dari sisi knowledge (keguatan belajar mengajar), banyak hambatan dan kendala. Kemampuan mata kita hadapi handphone, paling satu sampai dua jam. Kalau sampai 6 jam lebih sehari, itu bisa jadi bosan dan ada rasa jenuh, sehingga konsentrasi (peserta didik) pasti agak kurang. Di samping itu, perhatian anak-anak juga kurang fokus. Karena kita tidak bisa jamin di lingkungan keluarga, iklim belajarnya baik. Sehingga hal itu berpengaruh pada daya serap,” terangnya.

Harapannya, dengan melandainya kasus Corona, secara bertahap pembelajaran tatap muka mulai dilaksanakan. Dengan begitu, sistem pendidikan ke depan bisa berjalan normal, untuk membentuk sumber daya manusia yang memiliki kualitas dan berdaya saing.

Sementara itu, Teguh masih optimis pendidikan di provinsi ke-34 ini akan lebih baik. Khususnya tenaga pendidik yang berkompeten, juga disiapkan program peningkatan kualifikasi pendidikan. Dia menargetkan, ada peningkatan signifikan kualitas pendidikan di Kaltara hingga tahun 2024 mendatang.

“Saya target (tahun) 2023 sampai 2024 pendidikan kian membaik. Kami punya program peningkatan kompotensi guru, yaitu peningkatan kualifikasi pendidikan ke S-2. Itu baru kami godok. Jadi, sebagian TPP (Tunjangan Profesi Pendidik) bisa digunakan untuk peningkatan kompetensi. Tidak membebankan APBD daerah, karena ada jatah anggarannya untuk tunjangan penghasilan tambahan, yang sebagain besar disisihkan untuk kompetensi. Bisa S-2, diklat, magang atau sertifikasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment