Headline

Berharap Ada PSN Baru di Kaltara

DORONG EKONOMI: KIPI Tanahkuning - Mangkupadi yang telah masuk proyek strategis nasional. (Foto: Dok/Koran Kaltara)
  • DPUPR-Perkim Optimis KBM dan Akses ke KIPI Diakomodir

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah menyampaikan secara resmi usulan pembangunan yang memenuhi kriteria sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) baru di Indonesia. Diketahui, dari 245 PSN baru yang diusulkan, hanya 89 PSN yang dinilai memenuhi kriteria. Nantinya, PSN baru tersebut akan diprioritaskan oleh pemerintah pusat di tahun 2020 – 2024.

“Dengan begitu, 156 proyek belum direkomendasikan karena masih membutuhkan dukungan dari kementerian teknis, kelengkapan administrasi dan kriteria lainnya untuk bisa ditetapkan sebagai PSN,” kata Airlangga di Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Airlangga menerangkan, 56 dari 89 PSN merupakan proyek usulan baru. Kemudian 10 proyek lainnya merupakan proyek perluasan, 15 proyek dikelompokkan dari program baru dan 8 proyek dari program ketenagalistrikan.

“Di dalam perinciannya, ada 15 proyek terkait jalan dan jembatan, 5 proyek bandara, 5 proyek kawasan industri, 13 proyek bendungan dan irigasi, 1 proyek tanggul laut, 1 program dan 2 proyek smelter, 1 proyek penyediaan lahan pangan, 5 proyek pelabuhan, 6 proyek kereta api, 13 proyek kawasan perbatasan, 13 proyek energi, 6 proyek air bersih, 1 proyek pengelolaan sampah dan 3 proyek pengembangan teknologi termasuk drone,” jabar Airlangga.

Sesuai perintah Presiden Indonesia, Joko Widodo, Airlangga menyebutkan bahwa 89 PSN bernilai Rp1.422 triliun menyebar di beberapa provinsi. Yakni di Sumatera sebanyak 7 proyek dengan nilai Rp117 triliun, di Jawa sebanyak 25 proyek dengan nilai Rp462 triliun.

Untuk Pulau Kalimantan terdapat 17 proyek dengan nilai Rp144 triliun, di Sulawesi sebanyak 8 proyek dengan nilai Rp 208 triliun, di Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 12 proyek dengan nilai Rp28 triliun, proyek skala nasional sebanyak 11 proyek dengan nilai Rp351 triliun, dan di Maluku-Papua dengan nilai Rp11 triliun.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan, Presiden mengharapkan PSN memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengembangan sosial ekonomi di masyarakat. Terlebih dengan nilai investasi yang ada dalam 89 PSN, ditarget menyerap 19 juta tenaga kerja secara nasional dalam lima tahun ke depan.

“Dari data Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), setiap Rp1 triliun proyek tersebut akan bisa mempekerjakan sekitar 14.000 tenaga kerja. Baik langsung atau tidak langsung. Sehingga diprediksi bisa menyerap 19 juta orang secara akumulatif,” tambah Airlangga.

Sementara itu, daftar rincian 89 PSN baru yang dijabarkan per provinsi, belum diikutsertakan dalam siaran pers di laman resmi Setkab RI. Saat ditelusuri lebih lanjut, Senin (1/5/2020), Koran Kaltara belum bisa mendapatkannya. Baik di laman resmi Kemenko Perekonomian, Kementerian PUPR dan Kementerian PPN/Bappenas.

Dihubungi Koran Kaltara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kaltara, Risdianto menyampaikan, Bappeda-Litbang Kaltara belum mendapatkan informasi resmi perihal tersebut. Sehingga dirinya belum bisa menginformasikan kepastian ada atau tidaknya PSN baru yang berlokasi di Kaltara.

“(89 PSN baru yang memenuhi kriteria) Disampaikannya Sabtu kemarin ya? Nanti saya cari dulu informasinya. Kalau sudah dapat, saya langsung kabari lagi. Kalau sekarang, belum ada info yang saya terima,” kata Risdianto, Senin (1/6/2020).

Dia menilai bahwa 89 usulan PSN baru yang memenuhi kriteria, masih perlu proses panjang untuk bisa diimplementasikan. Mengingat perlu regulasi yang dijadikan payung hukum pelaksanaan di lapangan.

“Kalau misalkan ada PSN yang baru, tentunya nanti harus ada Perpres (Peraturan Presiden) yang baru juga. Baru kita bisa pastikan ada atau tidaknya usulan PSN di Kaltara yang masuk,” jelasnya.

Adapun, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara, Sunardi menyampaikan, pihaknya juga belum menerima secara resmi daftar 89 usulan PSN baru tersebut. “Saya belum menerima resminya. Saya harus cek dulu,” ujar Sunardi di hari yang sama.

Kendati demikian, Sunardi mengaku telah mendapat informasi bahwa ada beberapa usulan dari Kaltara yang memenuhi kriteria PSN baru dari Kemenko Perekonomian. Yakni Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor, Aksesibilitas jalan menuju Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, dan Kawasan Strategis Perekonomian Nasional pada salah satu kecamatan di Kabupaten Nunukan.

“Teman saya di Jakarta yang share kalau usulan-usulan itu memenuhi kriteria. Belum disampaikan secara resmi, mungkin karena pandemi covid-19 sekarang. Kita jadi sulit untuk kemana-mana,” tambahnya.

Namun, dia mengatakan bahwa informasi yang disampaikan sebatas nama proyek usulan yang memenuhi kriteria. Sedangkan untuk nominal nilai pengerjaannya belum diikutsertakan. “Kalau nilainya belum. Baru nama-namanya itu saja,” imbuhnya.

Sunardi sendiri  optimis jika ada usulan pembangunan di Kaltara masuk daftar 89 PSN baru yang memenuhi kriteria. “Keyakinan saya sih sejalan dengan yang disampaikan dalam 89 usulan itu. Tinggal kita tunggu resminya dan tindak lanjutnya bagaimana dari pemerintah pusat,” jelas Sunardi.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah