Bulungan

Berau Tutup Jalur Darat, Kebutuhan Pokok di Bulungan Masih Aman

Kebutuhan pokok di Bulungan dipastikan aman hingga beberapa bulan ke depan. (Foto : Nurjannah /Koran kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Sejak Kamis (2/4/2020) lalu, Pemkab Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menutup akses transportasi darat baik dari atau akan masuk ke Berau. Salah satunya juga akses jalan Bulungan -Berau maupun sebaliknya. Hal itu sebagai langkah pencegahan dan antisipasi penyebaran virus Corona yang semakin meluas saat ini.

Meski ditutup, dianggap tak begitu bermasalah bagi Bulungan. Salah satunya terkait kebutuhan pokok yang kebanyakan pengangkutan melewati jalur ini. Bupati Bulungan Sudjati menegaskan, untuk beberapa hal yang kaitannya dengan kebutuhan pokok atau sembako bagi masyarakat Bulungan sudah diantisipasi.

“Memang tutup jalur yang di Berau, tapi untuk logistik kebutuhan pokok atau lainnya masih lancar dan tidak ada masalah. Amanlah untuk itu,” ujarnya.

Dalam hal ini baik Bulog maupun Perusahaan Daerah (Perusda) sudah diarahkan untuk mensetok kebutuhan pokok di Bulungan. Jika sebelumnya untuk komoditi gula pasir diatensi karena sempat kosong, informasi dihimpun saat oleh kementrian terkait sudah memastikan ketersediaannya.

“Tiga sampai empat bulan ke depan masih aman lah. Bulog dan Perusda juga menyiapkan kebutuhan kita itu,” katanya.

Terkait dengan wabah Corona, Sudjati juga terus mengingatkan agar masyarakat tetap waspada namun tidak panik.

Sementara itu, seperti diketahui, oleh Bulog sekitar sepekan lalu, menyampaikan untuk beras, medium yang di dalamnya termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang setiap saat bisa dikelurkan, kertesediaan pasokannya sekitar 289 ton. Kemudian beras jenis premium, yang juga  akan dikondisikan untuk program pemerintah berupa paket sembako, saat ini ada sekitar 135 ton.

“Kondisi saat ini, darurat Covid-19, kami dari Bulog stand by 24 jam , siap melayani. Artinya apabila diperlukan kami, ada order kami siap antara, dan kami siap melayani masyaraat di sekitar yang membutuhkan. Kalau melihat stok yang ada untuk beras bisa untuk kurang lebih empat bulan,” ungkapan Kepala Bulog Tanjung Selor, Suwarno. (*)

Reporter: Nurjannah

Editor: Eddy Nugroho