Beras Adan Krayan, Simbol Budaya yang Dilestarikan

Beras Adan yang menjadi ciri khas masyarakat Krayan. (Ist)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Beras Adan dari Dataran Tinggi Krayan bukan hanya sekadar bahan pangan, melainkan juga warisan budaya, simbol kearifan lokal, sekaligus bukti harmoninya manusia dengan alam.

Varietas padi lokal ini telah dibudidayakan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak Lundayeh. Kondisi geografis Krayan yang berada di dataran tinggi dengan udara sejuk dan tanah subur menjadikan beras Adan memiliki kualitas khas. Terdapat tiga jenis utama, yakni beras Adan Putih, Merah, dan Hitam.

Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Seno Pramudito menjelaskan, pihaknya melalui program Desa Binaan turut mendukung pengelolaan beras Adan agar tetap selaras dengan konservasi dan kesejahteraan masyarakat.

“Program Desa Binaan adalah inisiatif Kementerian Kehutanan untuk mendorong desa di sekitar kawasan konservasi menjadi desa mandiri dan lestari, melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan, dan pengadaan bantuan ekonomi produktif,” ucapnya.

Beberapa desa di Krayan ditetapkan sebagai desa binaan yang diarahkan untuk menjadikan beras Adan sebagai produk unggulan. Menurutnya, hal ini menjadi bukti nyata hubungan positif antara kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi, desa-desa ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi puluhan desa lain dalam pengelolaan Beras Adan,” sebut Seno.

Ia berharap kolaborasi antara TNKM dan petani mampu menghasilkan beras organik berkualitas tinggi, sekaligus membangun ekosistem sosial-ekonomi yang berakar pada kelestarian alam.

“Beras Adan menjadi contoh bahwa konservasi bukan hambatan bagi pembangunan, melainkan pondasi bagi kesejahteraan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Seno menegaskan, Beras Adan adalah kebanggaan Krayan, lahir dari tanah subur dan air pegunungan yang jernih. “Kami di Balai Taman Nasional Kayan Mentarang menjaga hutan dan sumber air yang menjadi penopang sawah, memperkuat kapasitas petani, serta membuka akses pasar,” bebernya.

Menurutnya, kolaborasi ini membuktikan bahwa melestarikan alam dan meningkatkan ekonomi masyarakat dapat berjalan seiring.

“Bersama program desa binaan, kami ingin Beras Adan bukan hanya dikenal, tetapi dicintai dan dihargai dunia sebagai produk pertanian dari Dataran Tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Asrin

Redaktur: Nurul Mujib Lamunsari

BERITA TERKAIT

Berita terkait tidak ditemukan!

TERPOPULER

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com