Hukum Kriminal

Beralih ‘Bisnis’ Jualan Sabu, Seorang Montir Ditangkap Polisi

Barang bukti sabu yang disita dari tersangka. (Foto: IST)

TARAKAN, Koran Kaltara – Pekerjaan sebagai montir sepi pelanggan, DO nekat beralih menjadi penjual sabu dengan keuntungan Rp50 ribu sekali pesanan. Namun, ‘profesi’ sebagai penjual sabu itu digagalkan polisi pada Sabtu (9/1/2021) lalu. Dia ditangkap sekitar pukul 19.30 Wita oleh Sat Reskoba Polres Tarakan saat menunggu pemesan di pinggir jalan.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Reskoba AKP Muhammad Musni menuturkan, DO ditangkap saat mengendarai sepeda motornya di Bukit Cinta, Jalan KH Ahmad Dahlan RT 21 Kelurahan Sebengkok.

Awalnya DO sempat mengelak merupakan salah satu bagian dari bisnis sabu, namun ia langsung diam setelah ditemukan sabu di sakunya sebelah kiri.

“Kami dapat laporan DO ini sering menerima pesanan sabu. Makanya kami lakukan penyelidikan. DO diikuti hingga berhenti di Bukit Cinta. Kami duga memang saat itu DO membawa sabu pesanan pembelinya,” ujar AKP Muhammad Musni, Selasa (12/1/2021).

Gerak gerik DO, kata dia, memang sudah mencurigakan karena seperti melihat kiri dan kanan, untuk memastikan situasi sebelum transaksi dilakukan. Saat dilakukan penggeledahan badan, pihaknya menemukan satu bungkus plastik bening berisikan serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu.

“Sabu ditemukan dalam bungkus rokok berwarna putih. Sudah ada barang bukti, DO kami bawa untuk dilakukan pengembangan,” jelasnya.

Pengembangan dilakukan ke orang yang menjual sabu kepada DO di sekitar Kelurahan Selumit Pantai. Namun saat tiba di salah satu rumah yang diduga penjual sabu, tim Opsnal tidak menemukan terduga pelaku maupun barang bukti yang berkaitan narkotika.

Informasi lain dari hasil pengembangan, diketahui DO sudah membeli sabu hingga empat kali di hari yang sama ke terduga pelaku pengedar sabu di Jalan Beringin, Kelurahan Selumit Pantai ini.

“Tapi, pas kami sampai di lokasi, ternyata si penjual sabu, tidak ada. Padahal cuma jeda beberapa menit pas habis tangkap DO di Bukit Cinta,” ungkapnya.

Interogasi awal, DO mengaku setelah mengambil sabu di Jalan Beringin, ia menjual kembali sabu yang dibelinya ini. Biasanya, DO membeli harga Rp100 ribu dan dijual kembali dengan harga Rp150 ribu. Dia bisa mendapat keuntungan Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

Meski mengaku baru pertama kali mengantarkan sabu ke pemesan, namun dari hasil penyelidikan, diketahui DO sudah cukup lama menjalankan ‘bisnisnya’.

DO pun sudah menjadi target operasi polisi sejak tercium mengedarkan sabu di Kelurahan Pamusian, yang tidak jauh dari bengkel tempatnya bekerja.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti 2 gram sabu dan HP, DO disangkakan pasal 114 ayat 2 dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sedangkan orang yang menjual sabu ke DO, saat ini masih buron dan dalam pengejaran polisi. “Ada juga motor satu unit yang kami sita, karena digunakan DO untuk berjualan sabu,” tandasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Didik

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah