Headline

Belum Semua Masyarakat Mengadaptasi Kebiasaan Baru

CEK SUHU TUBUH - Tampak pintu masuk ke Malinau masih harus menunjukkan rapid test dan pemeriksaan suhu tubuh. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)
  • Moda Transportasi di Masa AKB Dilonggarkan

MALINAU,Koran Kaltara – Perkembangan kasus Coronavirus Disease (Covid-19) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali melandai. Persentase kesembuhan sudah mencapai 92,98 persen berdasarkan data terbaru dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara. Demikian disebutkan pula oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara Usman, Rabu (5/8/2020).

Dia menjelaskan bahwa pencegahan penularan Covid-19 sejauh ini sudah berjalan cukup baik. Hingga memasuki masa new normal alias Adaptasi Kehidupan Baru (AKB), perlu pengetahuan dan kesadaran masyarakat.

“AKB adalah perubahan perilaku. Ini butuh waktu dan kesabaran bagaimana membiasakan masyarakat. Di samping itu, agar tidak terjadi pandemi kedua, upaya kita tingkatkan pelayanan kesehatan, termasuk sumber daya manusianya untuk penanganan covid-19,” terangnya melalui agenda Respons Kaltara.

Usman menegaskan, bahwa upaya penanganan didukung dengan penganggaran yang memadai. Meski demikian, ia mengakui belum semua masyarakat merespon dengan maksimal pola hidup baru di tengah AKB.

“Kalau kita lihat bagaimana kehidupan masyarakat secara keseluruhan belum 100 persen menerapkan AKB. Tetapi kita di Kaltara juga akan diterbitkan Pergub pengatur hal itu. Tentunya bagaimana protokol kesehatan itu diterapkan. Seperti pakai masker, jaga jarak, hingga sering mencuci tangan dengan air mengalir,” ungkapnya.

Adapun dari sektor transportasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Taupan Madjid mengungkapkan adanya pelonggaran. Meski demikian, ia menekankan bahwa penerapan protokol kesehatan covid-19 harus menjadi perhatian.

“Memasuki masa AKB, tentunya transportasi mengacu pada aturan kementerian, Permenhub Nomor 41 Tahun 2020 tentang Perubahan Permenhub 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Covid-19,” sebut Taupan.

Dibeberkannya, transportasi di setiap jalur masing-masing diatur melalui edaran dirjen di kementerian. Untuk transportasi udara, disebutkan masih mengharuskan rapid test hingga PCR. Termasuk jalur laut, dimana ada edaran yang menyebutkan bahwa untuk masa tempuh di atas dua jam masih gunakan rapid test.

“Tarakan – Tanjung Selor sudah tidak lagi rapid. Tapi protokol kesehatan tetap dijalankan. Tapi soal pemberlakuan itu juga tergantung kebijakan kepala daerah masing-masing,” tukasnya.

Lanjut Taupan, untuk jalur darat, check poin yang ada di Kilometer 16 Bulungan – Berau sudah ditiadakan juga. Menurutnya pelonggaran tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali perekonomian.  “Ini semua agar ekonomi kembali bisa bergerak,” tambahnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah