Politik

Bawaslu Tetap Lakukan Pengawasan di Tengah Pandemi

BAWASLU KALTARA - Ketua Bawaslu Kaltara Suryani (3-kanan) saat pelantikan 3 Anggota Bawaslu Kaltara yang baru secara virtual belum lama ini. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)

TTANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020, tentang Pemilihan Serentak Tahun 2020. Artinya pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara serentak resmi diundur, di mana salah satu keputusannya adalah menggeser pemungutan suara pada Desember 2020 mendatang.

Meski demikian, masih di dalam Perppu itu, juga disebutkan bahwa pergeseran tersebut masih tergantung pada situasi pandemi Covid-19. Jika situasi belum memungkinkan, maka masih dapat ditunda hingga tahun depan.

Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah satu provinsi yang akan menggelar Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) tahun ini. Termasuk empat kabupaten di Kaltara, juga melaksanakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada pemilihan serentak kali ini.

Penyelenggara di daerah pada prinsipnya mengikuti ketentuan dari pemerintah pusat. Demikian pula dari sisi penyelenggara pengawas. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltara Suryani mengatakan, bahwa Perppu ini berisikan tentang pelaksanaan pemilihan lanjutan dalam rangka penanggulangan penyebaran covid-19 sebagai bencana non alam di Indonesia.

“Sama-sama kita ketahui bahwa KPU melalui surat keputusan Nomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III2020, terkait penundaan 4 tahapan. Sehingga dibutuhkan payung hukum penundaan ini mau sampai kapan. Kemudian bagaimana pemerintah secara tegas harus menjawab apakah kita siap melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak atau tidak. Di Perpuu 2/2020 ini juga disebutkan bahwa Pemungutan suara serentak pilkada akan dilaksanakan desember (2020), akan dilakukan penundaan dan penjadwalan kembali segera setelah bencana non alam. Artinya tidak bisa memastikan kapan wabah ini berakhir,” katanya, Senin (11/5/2020).

Ia menegaskan, dalam situasi saat ini semangat demokrasi harus tetap dilanjutkan. Apalagi pemilihan serentak tahun ini, sudah direncanakan sebelumnya, meskipun harus ada penundaan karena dampak dari bencana non alam yang terjadi.

“Kami di pengawasan tentu melakukan tugas, pokok dan fungsi kami, sebagaimana diatur dalam perundang-undangan. Saya menilai memang di awal kita merasakan kesulitan menghadapi kondisi ini. Tapi semakin kesini kita semakin menyadari bagaimana kita harus bertahan dan saling menguatkan menghadapi kondisi ini, dan saya optimis melihat masyarakat yang tetap semangat saat ini meskipun kondisi belum normal kembali. Kita berharap semangat demokrasi kita untuk melaksanakan pemungutan suara serentak pada pemilihan kepala daerah pada bulan desember ditengah kondisi pandemi covid-19,” terangnya.

Lanjutnya, Bawaslu pada prinsipnya siap melaksanakan pengawasan dalam pesta demokrasi tahun ini. Suryani menyebutkan, setidaknya ada empat hal yang dilakukan dari sisi pengawasan. pertama melaksanakan pendidikan pemilih, yaitu dengan membentuk SKPP (sekolah Kader Pengawas Partisipatif) daring yang pesertanya tersebar di setiap kab/kota se-kaltara. Kemudian kedua, pengawasan dan penindakan, yaitu meningkatkan upaya-upaya pengawasan.

“Upaya-upaya yang dilakukan berupa meneruskan SE (Surat Edaran) 0266/K.BAWASLU/PM.00.00/04/2020 tentang Pencegahan Tindakan Pelanggaran di Masa Pencalonan Pilkada 2020 kepada pemerintah daerah dan stakeholder terkait,” terangnya.

Adapun yang ketiga adalah regulasi. Yakni mendorong seluruh stakeholder pilkada harus memastikan dan membuat regulasi yang tepat dan sesuai. Serta yang keempat adalah terus melakukan sosialisasi, dalam hal ini mendorong seluruh stakeholder pilkada melakukan sosialisasi secara masif agar masyarakat mengetahui seluruh tahapan pilkada. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah