Politik

Bawaslu Nunukan Masih Amankan Uang Tunai Puluhan Juta

Moch Yusran

NUNUKAN, Koran Kaltara – Sampai saat ini, barang bukti uang puluhan juta rupiah dari hasil tangkap tangan warga di Pulau Sebatik sebelum Pilkada 2020 masih tersimpan rapi di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nunukan. Bawaslu Nunukan belum menerima petunjuk dari Bawaslu RI di Jakarta terhadap barang bukti tersebut.

Ketua Bawaslu Nunukan Moch Yusran menyampaikan pihaknya telah mengonsultasikan barang bukti tersebut ke Bawaslu RI.

“Namun, sejauh ini kita masih menunggu petunjuk dari pusat. Kita tidak berani, kalau tidak ada perintah dari pusat,” ungkapnya kepada Koran Kaltara, Senin (1/3/2021).

Sebenarnya, kata Yusran, kasus ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Nunukan. Namun, kasus itu terjadi juga di kabupaten/kota lainnya. Mereka sama-sama masih menunggu perintah dari Bawaslu RI.

“Saat kami berkoordinasi,  Bawaslu RI menyampaikan kalau kasus ini juga terjadi di daerah-daerah lain,” tambahnya.

Yusran belum mengetahui apakah Bawaslu RI akan mengeluarkan regulasi Perbawaslu atau surat edaran. Apabila aturannya terbit, maka akan segera diekseskusi.

“Misalkan, disuruh setor ke kas negara, ya kita langsung setor ke kas negara. Yang jelas, kami masih menunggu. Untuk uang (barang bukti) itu, kita amankan. Kita juga sudah mencatat semua nomor seri uang itu, agar tidak tertukar atau terpakai,” bebernya.

Dia mengatakan, bahwa barang bukti yang diamankan Bawaslu Nunukan sebesar Rp62.500.000 dan Rp1.400.000. Jadi, totalnya mencapai Rp63.900.000.

Sebenarnya, jumlah keseluruhan barang bukti uang tunai selama Pilkada di Kabupaten Nunukan yang ditangani Bawaslu mencapai sekitar Rp88.900.000. Namun, kasus dengan barang bukti Rp25 juta sudah diserahkan ke kepolisian.

“Jadi beda lagi, bukan kami menangani. Itu ranah kepolisian. Mereka ada aturan sendiri. Kita konfirmasi ke Polres, bagaimana penanganan dan tindaklanjutinya,” kata dia.

Diketahui, barang bukti sebesar Rp88.900.000 ini didapat dari empat kasus, yang diduga money politic saat Pilkada di Nunukan 9 Desember 2020.

Kasus pertama, merupakan hasil tangkap tangan masyarakat di Sebatik Barat pada 20 November 2020 dengan sejumlah uang dalam 50 amplop biru dan putih,  totalnya Rp25 juta. Untuk kasus ini, Bawaslu telah meningkatkan statusnya dengan menyerahkan ke Polres Nunukan.

Kasus kedua dan ketiga merupakan hasil temuan masyarakat yang diserahkan ke KPU dengan total Rp1,4 juta.

Terakhir, temuan Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia yonif 623/Bhakti Wira Utama (BWU) saat sweeping kendaraan pelintas batas di Desa Bambangan Sebatik pada 2 Desember 2020.  Barang bukti yang diamankan 250 amplop dengan masing-masing amplop berisi Rp250.000. Jadi, totalnya Rp62.000.000. (*)

Reporter: Asrin

Editor: Sobirin

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendadak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah