Headline

Banyak Perusahaan Tidak Laporkan Realisasi Investasi

DPMPTSP Kaltara - Tampak suasana di depan Kantor DPMPTSP Kaltara. (Foto : Agung/Koran Kaltara)
  • Angka Kepatuhan Pelaku Usaha di bawah 10 persen

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Perusahaan yang menanamkan modalnya di Kalimantan Utara, tercatat masih banyak yang belum melaporkan realisasi investasi. Khususnya di periode triwulan III-2020 (Juli – September).

Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Faisal Syabaruddin melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Investasi, Suwarsono mengungkapkan, baru ada 22 perusahaan yang menyerahkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Angka pengumpulan LKPM tergolong kecil dibandingkan jumlah database perusahaan yang melaporkan rencana investasi yakni sebanyak 279 unit. Baik pada skala kecil, menengah hingga besar. Dari jumlah perusahaan yang membuat laporan, maka dapat diketahui  tingkat kepatuhan di bawah 10 persen.

“Sampai Jumat kemarin (16/10/2020), masih  22 perusahaan yang lapor, dan sudah diinput ke BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Masih banyak yang belum mengumpulkan. Kalau lihat database, sebenarnya ada 279 rencana investasi atau berusaha di tahun ini,” ungkap Suwarsono, Minggu (18/10).

Lanjut dia, sebelumnya DPMPTSP Kaltara masih menunggu LKPM hingga melebihi batas waktu yang ditetapkan pada tanggal 10 Oktober 2020. Toleransi waktu diberikan agar lebih banyak data LKPM yang masuk sistem BKPM. “Close akhirnya hari Jumat kemarin. Kita kemarin masih menunggu dan dalam proses upload ke BKPM, beberapa LKPM yang belum,” ujarnya.

Suwarsono tidak menampik jika kesadaran pelaporan LKPM di Kaltara masih minim. Kondisi ini belum berbanding lurus dengan upaya pendampingan yang telah dilakukan. “Sebenarnya semua perusahaan dan kegiatan usaha yang sudah terdaftar itu wajib melaporkan kegiatan mereka secara berkala per triwulan,” tegas Suwarsono.

Adapun, dia mengaku 22 perusahaan yang sudah merampungkan LKPM dari berbagai latar belakang. “Bervariasi sih. Ada yang dari kegiatan tahap konstruksi dan juga produksi. Sektor usahanya juga ada beberapa jenis dari perusahaan yang sudah menyerahkan LKPM-nya,” kata Suwarsono.

Sebelumnya, dari catatan Koran Kaltara, investor atau pemilik perusahaan yang menanamkan modalnya di Kaltara, wajib mengisi LKPM Triwulan III (Juli – September) 2020 paling lambat tanggal 10 Oktober 2020. Dari pengumuman resmi yang diterbitkan DPMPTSP Kaltara, ketentuan ini berlaku untuk kegiatan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).

Faisal menjelaskan, kewajiban pengisian LKPM diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal.  “Setiap penanam modal atau pelaku usaha, wajib menjalankan ketentuan ini. Teknisnya sudah diatur dalam Peraturan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Nomor 7 Tahun 2018,” kata Faisal.

Ketentuan ini berlaku untuk pelaku usaha yang sudah memperoleh izin penanaman modal kategori konstruksi (belum berproduksi komersil) dan juga kategori produksi (sudah berproduksi komersil).

“Bagi pelaku usaha yang memiliki kegiatan usaha lebih dari satu daerah, wajib menyampaikan LKPM-nya di masing-masing lokasi proyek. Ini juga berlaku bagi pelaku usaha yang memiliki lebih dari satu bidang usaha. Dimana masing-masing bidang usaha wajib disampaikan LKPM-nya,” papar Faisal.

Secara teknis, Bidang Pengendalian dan Pengawasan Investasi pada DPMPTSP Kaltara sudah bergerak massif agar kepatuhan pengisian LKPM terealisasi maksimal. Kendati dalam pandemi covid-19, pendampingan tetap dilakukan.

“Untuk sekarang memang belum bisa kemana-mana. Tapi tetap kita komunikasikan by phone agar mereka mematuhi pengisian LKPM. Apabila ada kesulitan, tim dari kami siap membantunya,” jelasnya

Untuk diketahui, kepatuhan pengisian LKPM memegang peran penting bagi pemerintah daerah untuk mengetahui sejauh mana realisasi kegiatan penanaman modal di wilayahnya. Di samping itu, hasil LKPM juga bisa menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memberikan bantuan apabila ada kesulitan yang dialami penanam modal.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari

 

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah