Nunukan

Banyak Alat Perekaman E KTP Rusak

Pelayanan administrasi kependudukan di kantor Disdukcapil Nunukan. (Foto: Asrin)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Banyaknya peralatan untuk perekaman E KTP yang rusak dan tidak berfungsi membuat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Nunukan meminta kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Nunukan untuk menambah anggaran pada Disdukcapil Nunukan.

Hal ini disampaikan anggota Banggar DPRD Nunukan, Andre Pratama saat rapat pembahasaan program kerja OPD tahun 2023, beberapa hari lalu.

Andre menegaskan, saat ini peralatan perekaman yang dimiliki Disdukcapil Nunukan sudah seharusnya dilakukan pembaruan.

Terlebih lagi peralatan yang ada di wilayah tiga banyak rusak dan tidak difungsikan.

“Jadi, memang perlu ada tambahan anggaran. Paling tidak Rp1 miliar atau Rp1,5 miliar ditambahkan karena alat perekaman ini harus set. Begitu juga dengan komputer, print KTP, kamera dan sebagainya,” jelasnya.

Seperti peralatan di Mansalong, kata dia, pengoperasian tidak menentu. Begitu pula di Pulau Sebatik ada beberapa peralatan yang rusak.

“Apalagi, alat yang ada ini, dari pertama pergantian E KTP tidak pernah ada pembaruan alat, tidak pernah tambah alat juga. Jadi, memang perlu ditambah anggarannya di tahun 2023,” jelasnya.

Dia juga menegaskan, peralatan perekaman ini juga akan menjadi catatan penting dalam rapat bersama komisi I DPRD.

“Kenapa kita atensikan ini, karena penduduk Nunukan itu bertambah tapi hasil dari capil tak bertambah signifikan,” sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdukcapil Nunukan, Mezak tak membantah banyak peralatan perekaman yang telah rusak.

“Pelayanan capil ini bukan masuk dalam pelayanan dasar, tapi bisa dikatakan dasar untuk mendapatkan pelayanan yang lainnya. Karena, pelayanan lain tidak bisa dilakukan tanpa adanya identitas. Pastinya bermuara di Capil,” ujarnya.

Rusaknya alat perekaman, ditegaskannya menjadi keluhan tersendiri bagi masyarakat.

Sebab, dari data base-nya, 5 kecamatan yang ada di Krayan hanya ada satu alat berfungsi. “Artinya bisa dikatakan sistem kanibal digunakan,” ujarnya.

Lalu, 4 kecamatan di Lumbis, itu hanya ada satu peralatan berfungsi yang berada di Mansalong, Lumbis. Kemudian, peralatan di Sembakung bisa digunakan, Sembakung Atulai sulit digunakan.

“Di Sebuku sudah lama rusak, Tulin Onsoi dan Sei Menggaris masih bisa digunakan. Nah, dari 5 kecamatan di Pulau Sebatik, yang berfungsi hanya dua alat itu berada di Sebatik Induk dan Sebatik Tengah,” bebernya.

Mengenai penambahan anggaran, ditegaskannya memang sudah menjadi harapan di Disducapil Nunukan. Bahkan, penambahan memang sudah beberapa kali diusulkan namun sulit terealisasi.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa ada keterbatasan anggaran di APBD. Karena, untuk alat perekaman ini tidak bisa dibeli satu per satu. Dia harus satu set. Kamera yang digunakan juga harus yang khususnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Hariadi

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment