Kaltara

Banjir dan PLBN Jadi fokus Pembahasan di Sosekmalindo

Setiap musim penghujan, wilayah Sembakung menerima banjir kiriman dari sungai yang hulunya berada di Malaysia. (Foto: DOK)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Posisi Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, merupakan salah satu isu strategis dalam pembahasan organisasi bilateral antarkedua negara.

Melalui forum Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosekmalindo), sejumlah persoalan di perbatasan dapat dibahas secara bersama-sama.

Tahun ini forum Sosekmalindo harusnya dilaksanakan pada akhir Juni, namun ditunda atas permintaan pihak Malaysia.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Datu Iqro Ramadhan mengungkapkan, negara tetangga meminta pelaksanaan Sosekmalindo diundur pada akhir Juli.

Isu strategis yang akan dibawa menyangkut jalur lintas batas negara dan bencana alam.

“Kita angkat dua isu, terkait PLBN Sei Menggaris, dengan banjir Sungai Lumbis di Sembakung,” katanya kepada media.

Terkait PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Sei Menggaris, Datu Iqro mengemukakan, perannya sangat penting sehingga perlu didukung oleh pihak Malaysia.

Pasalnya, ke depan pos tersebut selain menjadi perlintasan, juga menjadi pintu masuk utama wilayah perbatasan.

“Harapan kita misalnya untuk PLBN Sei Menggaris ini segera direalisasikan, karena ini sangat vital sekali. Nanti kendaraan Malaysia bisa masuk ke Indonesia, kendaraan dari Indonesia bisa masuk Malaysia, seperti di Entikong,” terangnya.

Dengan adanya PLBN Sei Menggaris, kemudian didukung pos lintas di wilayah Malaysia, dinilai memudahkan lalu lintas perbatasan yang dapat menguntungkan kedua negara.

Seperti diketahui, perbatasan Indonesia – Malaysia menjadi salah satu jalur lintas antara negara yang strategis.

“Harapan kita nanti jadi pintu masuk utama perbatasan di Kaltara ini,” sebutnya.

Kemudian, persoalan banjir kiriman menjadi salah satu fokus lain yang turut disuarakan.

Pasalnya, setiap tahun pada musim penghujan, di wilayah Sembakung Kabupaten Nunukan kerap tertimpa musibah banjir.

Sementara, banjir yang diduga luapan sungai itu merupakan aliran sungai yang melintasi dua negara (Malaysia – Indonesia).

“Harapan kita sama-sama menangani banjir Sembangkung dan Lumbis. Karena hulu sungai itu kan di Malaysia. Setiap musim hujan, kita pasti kebanjiran,” ujar Datu Iqro.

Untuk pola penanganannya, lanjut asisten I, persoalan lingkungan dapat diatasi. Kemungkinan adanya penggundulan di wilayah hulu sungai (Malaysia), menjadi penyebab banjir yang terjadi tiap musim hujan.

“Malaysia tangani soal lingkungannya, Indonesia juga begitu,” tambahnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment