Headline

Bangun Heroisme HUT RI di Ujung Negeri

Membangun semangat kemerdekaan, melalui pengibaran bendera Merah Putih. (Foto: Rizqy)
  • Upacara di Tiga Titik Perbatasan, Gubernur Ajak Kibarkan Bendera per Orang

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), masih dilaksanakan di tengah merebaknya pandemi Covid-19. Tahun ini, merupakan tahun kedua semarak hari kemerdekaan bakal dilaksanakan secara terbatas. Secara khusus, di Kalimantan Utara (Kaltara), kepala daerah menekankan agar masyarakat bisa membangun nilai-nilai kebangsaan yang lebih tinggi. Apalagi provinsi paling bungsu di Indonesia merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang melalui surat resmi yang ditujukan kepada bupati dan wali kota agar memeriahkan HUT RI tahun 2021. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seluruh masyarakat diminta mengibarkan bendera Merah Putih per orang. Yakni, membangun keberanian membela kebenaran dan keadilan (heroisme) sebagai rakyat di ujung negeri.

“Pada HUT RI tahun ini, memeriahkan sejak tanggal 1 Agustus sampai 31 Agustus, diimbau supaya kibarkan bendera di halaman masing-masing. Setiap rumah bukan hanya satu bendera, tapi sesuai jumlah keluarga. Kalau dalam satu rumah ada lima orang, jadi lima bendera yang dikibarkan,” katanya kepada media, Senin (2/8/2021).

Meski di tengah pandemi, gubernur mengungkapkan akan menyelenggarakan upacara di tiga titik daerah perbatasan. Masing-masing di laut Karang Unarang, di Krayan (Nunukan) dan Apau Kayan (Malinau).

“Kami akan gelar kegiatan HUT RI proklamasi kemerdekaan di tiga titik perbatasan. Saya hadir di Sebatik (Karang Unarang), Wagub di Krayan, dan Ketua DPRD di Apau Kayan,” sebut gubernur.

Dijelaskan pula oleh Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Yansen TP, pemasangan bendera serentak sesuai jumlah anggota keluarga adalah wujud dari semangat membangun kebangsaan. Selain bentuk sukacita dan menghormati jasa para pejuang, juga sebagai bentuk tanggung jawab warga menanamkan jiwa heroisme atau kepahlawanan.

“Intinya sebenarnya, bagaimana seluruh warga negara, menyadari bahwa mereka adalah pejuang. Menegakkan kewibawaan Merah Putih sebagai lambang negara. Oleh sebab itu, tanggung jawabnya secara pribadi bukan komunitas, walaupun nanti dari pribadi ke komunitas. Oleh sebab itu, membangun kecerdasan intelektual, emosional kebangsaan itu harus kita nyatakan dengan simbol yang nyata,” jelasnya.

Semangat kebangsaan dan heroisme perlu dibangkitkan. Sehingga, pemahaman terhadap kepentingan bangsa secara utuh bisa dibangun. Diharapkan, masyarakat dalam memeriahkan hari kemerdekaan, juga terbangun semangat heroisme serta motivasi dalam berbakti kepada negeri.

“Bangga, ini membangkitkan kesadaran setiap orang bahwa dia turut bertanggung jawab memelihara Merah Putih sebagai lambang negara. Membangun, tak hanya fisik. Bangun jiwa dan kepribadian, dimana tanamkan nilai heroisme itu ke dalam semangat hormati bendera,” tambah wagub. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari