Kaltim

Bandara dan Pelabuhan Diminta Tak Dilonggarkan

Ilustrasi bandara.
  • Dorong Evaluasi Penanganan COVID-19 sebelum New Normal

BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan mendorong agar penanganan Covid-19 dievaluasi satu per satu, terlebih dengan adanya rencana penerapan New Normal.

Itu dikatakan Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh usai mengikuti sosialiasi regulasi terkait warga yang akan masuk atau pun ke luar kota bernama lain Madinatul Iman.

“Kan kasus yang bertambah adalah warga yang tidak ber-KTP Balikpapan. Manakala dicegah di pelabuhan, bandara dan pintu-pintu masuk lainnya lebih diperketat, Insyaallah kasus Covid-19 bisa ditekan,” kata Abdulloh di auditorium Kantor Wali Kota Balikpapan, Senin (1/6).

Bahkan menurutnya masyarakat Balikpapan sudah sangat tertib dan bisa menjaga diri sendiri dengan melakukan phyiscal distancing atau jaga jarak. “Jadi jangan korbankan masyarakat sendiri, sementara yang dari luar tidak diperketat,” tegasnya.

Terlebih dengan adanya kelompok atau klaster Anak Buah Kapal (ABK) serta pekerja tambang sebagai pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang telah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit. Sehingga pihak perusahaan juga harus berperan dengan memperketat penerapan protokol kesehatan.

“Emang pihak perusahaan tidak khawatir kalau ternyata pekerjanya ada yang tertular Covid-19? Pasti khawatir juga,” sebutnya. Selain itu, DPRD meminta agar penutupan jalan dievaluasi kembali karena masyarakat sudah berada pada titik jenuh. Ditambah lagi tidak ada aturan penutupan jalan dalam regulasi kesehatan.

Peraturan justru ada pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dimana penutupan atau pemblokiran jalan dilakukan demi keselamatan berlalu lintas.

“Itu yang disampaikan Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri), tidak ada pemblokiran jalan. Ya, mudah-mudahan tidak ada lagi penutupan jalan,” ujarnya. Untuk diketahui, DPRD telah membentuk Satuan Tugas Pengawasan Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan. Tim tersebut menghimpun data dari masyarakat untuk kemudian disampaikan kepada Satuan Gugus Tugas bentukkan Pemkot Balikpapan.

“Mau tidak mau Gugus Tugas harus menerima masukkan dari kami. Manis pahitnya harus kami sampaikan demi kelancaran bersama,” ucapnya. Abdulloh kembali mengingatkan bandara dan pelabuhan tidak diberi kelonggaran untuk arus masuk orang dari dan ke luar Balikpapan. Begitu pula dengan syarat rapid test dan atau tes swab bagi yang ingin bepergian dan datang.

“Ikuti dan fokus pada peraturan dari Satuan Gugus Tugas pusat. Kalau masa rapid test berlaku 3 hari dan tes swab 7 hari, ya harus diikuti. Jangan dilonggarkan,” tukasnya. (*)

Reporter: Hendra/Koran Kaltim

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah