Hukum Kriminal

Bakal Didakwa Pasal Kombinasi

Penyerahan salah satu tersangka sabu cair, Samsul ke Kejaksaan Negeri Tarakan didampingi Penasehat Hukumnya Nunung Tri Sulistyawati. (Foto : Sahida/Koran Kaltara)
  • Dua Tersangka Sabu Cair Diserahkan ke Kejaksaan

TARAKAN, Koran Kaltara – Dua tersangka kasus sabu cair yang terungkap di Bandara Juwata Tarakan, 27 Juli lalu diserahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan, Kamis (19/11/2020). Selain tersangka, Ari Abdul Kadir dan Samsul alias Omo Kejati Kaltim juga menerima barang bukti sisa sabu dalam bentuk cair dan kristal.

“Penyerahan ini dari BNNP ke Kejati, kemudian dari Kejati ke Kejari Tarakan. Barang bukti lain seperti timbangan, botol aqua, sebagian sabu-sabu yang sebagiannya sudah dimusnahkan dan handphone,” kata Muhammad Ginanjar, Jaksa dalam perkara Ari Abdul Kadir.

Ari Abdul Kadir nantinya akan didakwa dengan pasal kombinasi, yaitu pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, ancaman hukumannya pidana mati, seumur hidup atau 20 tahun. Sedangkan Samsul, akan didakwa pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 Undang undang narkotika subsidair pasal 127 ayat 1 Undang undang narkotika.

Sabu cair yang jadi barang bukti dalam perkara ini, dijelaskan Ginanjar sudah dimusnahkan oleh BNNP sebelum perkara ini diserahkan ke Kejaksaan. Dalam proses pemusnahan, disaksikan juga oleh tersangka, penasehat hukumnya maupun penyidik. Jadi, yang diserahkan dalam perkara ini hanya berupa sample dan barang bukti dalam bentuk kristal yang jumlahnya dibawah 1 gram.

“Semua bukti ini jadi pembuktian di Pengadilan Negeri Tarakan,” imbuhnya.

Karena sabu ini dalam bentuk cair, kata dia, tidak ditentukan dalam hitungan padat seperti gram atau kilogram. Tetapi, disebutkan dan ditentukan sesuai dengan berat dalam bentuk cair, sabu dalam kandungan air.

Sebenarnya ada lima botol sabu cair yang hendak dibawa ke Makassar, namun tiga botol lagi lolos dibawa Sudi dan Sandi, sedangkan dua botol lagi dibawa Feri Setiawan. Sudi dan Sandi diamankan dan diproses di Makassar, sedangkan Feri Setiawan tertangkap di Bandara Juwata.

Setelah sabu cair yang dibawa Fery Setiawan terungkap, diketahui ia hendak membawa sabu cair ini bersama Ari Abdul Kadir. Akhirnya, Ari Abdul Kadir ditangkap di Balikpapan saat pesawat yang ditumpanginya menuju Makassar, transit di Balikpapan.

“Dari penelusuran penyidik, ternyata pelaku yang meninggal ini bersama Ari Abdul Kadir dan sabu didapatkan dari seorang di Jalan Jembatan Besi sudah dalam bentuk cairan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, dalam Undang undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika disebutkan narkotika golongan 1, tidak hanya dalam bentuk kristal tetapi dalam bentuk cairan juga ada. “Sabu cair ini juga sudah diuji di laboratorium, hasilnya positif metamphetamine,” ungkapnya.

Kasi Pidum Andi Aulia Rahman menambahkan, sabu cair yang dibawa Feri diketahui melewati X-ray di Bandara Juwata Tarakan. Feri kemudian mencoba membuktikan air yang dibawanya bukan sabu, dengan meminumnya.

“Ternyata air ini sabu cair. Seketika, tersangka meninggal dunia. Jadi, hanya Ari Abdul Kadir yang lanjut di persidangan. Kemudian, dikembangkan dan ada satu lagi tersangka lain, Ari Abdul Kadir dan Samsul,” jelasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Hariadi

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah