Tana Tidung

Ayam Lokal Mulai Masuk Pasaran di KTT

Pedagang ayam di pasar Tana Tidung. (Foto: Hanifah)

TANA TIDUNG, Koran Kaltara – Hampir sebagian besar barang atau produk yang dijual di pasaran Kabupaten Tana Tidung (KTT) berasal dari luar daerah. Namun, baru-baru ini stok daging ayam ras lokal sudah mulai diproduksi oleh sebagian peternak.

Kendati belum maksimal, namun disebut produk lokal secara tidak langsung dapat menekan harga pasaran daging ayam itu sendiri.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Hardani Yusri mengatakan, untuk pasokan daging ayam ras lokal diproduksi sekitar 0,534 ton. Dengan jumlah pasokan ini belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan, pasalnya jumlah kebutuhan masyarakat 5,762 ton.

“Terbilang sangat jauh untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tapi ini berproses produk lokal sudah mulai terlihat dan mungkin saja berdampak positif pada harga jual. Pasti akan membantu masyarakat sebagai konsumen, begitu pula dengan peternak lokal yang akan membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan mereka kedepannya,” ujar dia Selasa (20/10/2020).

Dengan jumlah kebutuhan konsumsi masyarakat yang cukup besar, pedagang akan rutin memasok dari luar daerah dengan 5,425 ton per pekan dan ditambah dengan stok yang ada sekitar 5,364 ton atau total stok 11,323 ton, tapi angka ini bisa berubah setiap pekannya.

“Sebelumnya, produk luar yang mendominasi dan ini masih berlangsung. Hanya saja dengan keterlibatan dan peran peternak lokal sudah mulai meningkat dan yang kita lihat di pasaran harga daging ayam sudah mulai turun dan ini stabil dalam beberapa minggu belakangan ini,” imbuh dia.

Dia sangat berharap dengan produktifnya peternak lokal akan dapat memaksimalkan penekanan harga pasaran dan dapat mengurangi beban masyarakat maupun pedagang selama ini.

Pedagang disebut mengambil stok dari luar daerah harus mengeluarkan biaya transportasi, biaya angkut, biaya buruh dan biaya tak terduga lainnya supaya daging ayam dapat disediakan di pasaran.

Diketahui, harga pasaran daging ayam ras sebelumnya Rp50 ribu per kilogram dan bila ada penurunan harga minimal Rp45 ribu saja per kg nya. Sementara dengan adanya peran peternak lokal sekarang ini harga daging ayam bisa dijual di pasaran dengan Rp35 ribu per kg nya.

Hardani Yusri menilai, dengan menurunnya harga jual akan berpengaruh pada peningkatan konsumsi masyarakat akan daging ayam nantinya.

Peternak lokal yang menghasilkan saat ini berada di Kilometer (Km) 1, Km 6, Km 8 di Desa Tideng Pale, dan beberapa peternak dari Desa Tideng Pale Timur di Kecamatan Sesayap, tak ketinggalan pula peternak dari Kecamatan Betayau. (*)

Reporter: Hanifah
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah