Kaltara

Apindo Sepakat Tidak Ada Perubahan Upah Mimimum Tahun Depan

Periksa Suhu - Tampak tenaga kerja pada salah satu perusahaan saat pandemi covid-19. (Foto : Dok/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltara, Herry Johanes menyampaikan, tidak adanya kenaikan upah minimum tahun depan adalah keputusan tepat. Khususnya saat terjadi perlambatan ekonomi dan melemahnya dunia usaha, seperti saat ini sebagai dampak pandemi covid-19.

Herry mengungkapkan, sebagian besar pengusaha di Kaltara pun tidak sanggup apabila pemerintah memutuskan adanya kenaikan upah minimum tahun depan. “Kalau ditanya Apindo bagaimana? Apindo dengan jelas mengatakan secara formal, (kenaikan upah) memang tidak bisa tercapai,” kata Herry saat kembali dikonfirmasi Koran Kaltara, Selasa (27/10/2020).

Dia menuturkan, pekerja harus memahami kondisi saat ini. Dimana pengusaha Kaltara sudah banyak berkorban untuk menghindari gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) lebih besar saat pandemi berlangsung.

“Kita ini harus sharing the pain (berbagi beban). Saat ini semua sama-sama berjuang. Kami dari pengusaha ini berjuang tetap menerima karyawan baru tahun depan. Atau minimal tidak ada PHK orang dulu.” paparnya.

Secara umum, Herry menilai jika formulasi penghitungan upah minimum lebih tepat ketika mengikuti penghitungan inflasi dan pertumbuhan ekonomi rill nasional. Menurutnya, rumusan tersebut relevan dengan kondisi sekarang. Dimana benar-benar mempertimbangkan kontraksi negatif pada pertumbuhan ekonomi dan deflasi di tingkat nasional.

“Kalau mengacu syarat formal sebelumnya, tentu tidak ada kenaikan karena memang indikator perekonomian melemah. Dimana pertumbuhan ekonomi negatif dan terjadi deflasi. Jadi tidak ada itu yang bisa melegalisasi kenaikan upah,” ungkap Herry.

“Bahkan seharusnya ada penurunan apabila mengacu indikator itu. Tapi kan kita hidup dengan pola di mana apa yang sudah ada, tidak bisa dikurangi. Padahal sebenarnya ada kok pekerja kita yang dewasa, contohnya memang di Jakarta, mereka mau dipotong sampai 20 persen. Mereka sadar itu lebih baik daripada tidak ada pekerjaan sama sekali apabila perusahaannya bangkrut,” tandasnya.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah