Headline

Antigen Harus dari Laboratorium Berlisensi

Ilustrasi tes covid-19 (Net).
  • SKD Kaltara, Panitia Sediakan Pemeriksaan Berbayar Rp95 Ribu

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), dimulai hari ini, Selasa (14/9/2021). Lokasinya di Laboratorium CAT Pemprov Kaltara. Peserta diwajibkan rapid antigen di lokasi ujian satu jam sebelum ujian dimulai. Syarat itu sesuai dengan surat edaran yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Pemprov Kaltara, Suriansyah, tertanggal 10 September 2021.

Surat edaran ini menimbulkan tafsir, jika panitia tidak menerima tes antigen selain dari yang dilaksanakan di lokasi SKD. Namun, Suriansyah menjelaskan bahwa panitia seleksi daerah tetap menerima hasil tes diagnostik rapid antigen maupun PCR selain di lokasi SKD. Penyelenggara menyediakan antigen untuk opsional jika ada peserta yang tidak membawa hasil antigen sendiri.

“Silakan, kalau sudah ada antigen, tidak perlu lagi (tes antigen di lokasi). Kalau ada yang belum, akan dilaksanakan antigen untuk antisipasi. Karena pelaksanaan tes (CASN)  diwajibkan antigen,” jelas Suriansyah, melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pegawai pada BKD Kaltara Muhammad Gozali menyatakan, hasil antigen yang harus dibawa dan ditunjukkan adalah yang dikeluarkan oleh lembaga yang terdaftar dalam Keputusan Menteri Kesehatan. Untuk itu dia menekankan, supaya peserta SKD bisa mendapatkan hasil pemeriksaan antigen dari laboratorium atau klinik yang telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan tersebut.

Menurut Gozali, ada beberapa laboratorium yang memiliki lisensi di Kaltara. Di antaranya, Laboratorium Rumah Sakit Angkatan Laut Ilyas Tarakan, Laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) milik Dinas Kesehatan Kaltara, Laboratorium RSUD Kaltara di Tarakan, dan Laboratorium RSU Kota Tarakan. “Jadi itu laboratorium untuk di Kaltara,” sebutnya.

Adapun bagi peserta yang belum mendapatkan antigen dari laboratorium tersebut, panitia menyiapkan pemeriksaan antigen. Peserta bisa melakukan uji antigen, dengan biaya Rp95 ribu. Lokasi pemeriksaannya, berada di halaman parkir Kampus Unikaltar, tepatnya di depan lokasi CAT.

Berdasarkan penelusuran Koran Kaltara, penyelenggara rapid antigen untuk seleksi CASN berasal dari laboratorium luar Kaltara. Panitia daerah diketahui bekerja sama dengan salah satu laboratorium dari Sulawesi Selatan.

“Kalau di Unikal (Unikaltar) itu, di sini (tertulis) Laboratorium Klinik Utama Patria Lestari Makassar. Di dalam (lampiran KMK), nomor urutnya 678. Itu kerja sama karena itu ada lisensinya berdasarkan surat keputusan menteri itu. Yang (berbayar) Rp95 ribu dibebankan ke mereka (peserta SKD),” ungkap Gozali.

Ketersediaan antigen oleh panitia, menurutnya bentuk pelayanan dan memudahkan peserta. Supaya, bagi peserta yang belum memiliki hasil pemeriksaan diagnostik, bisa langsung dilayani di tempat yang tidak jauh dari pelaksanaan SKD.

“Prinsip dasar kita memudahkan, bukan menyulitkan. Mereka (peserta) ini dapat informasi bahwa harus bayar Rp100 ribu, ini kita siapkan yang lebih murah Rp95 ribu. Kemudian tidak perlu lagi cari tempat untuk antigen, dan lokasinya lebih efisien,” jelasnya.

Untuk itu, bagi peserta SDK sesi pertama, pihaknya membuka pelayanan antigen di malam harinya. Hal itu dimaksudkan, agar peserta tidak harus terburu-buru pagi harinya untuk antigen.  Hasil antigen berlaku 1 x 24 jam.

“Edaran barunya kita siapkan. Jadi, ini bukan dadakan, melainkan kita terus berpikir yang terbaik bagi mereka. Untuk yang sesi kedua dan selanjutnya, berjalan normal sebelum ujian bisa di-antigen. Sambil berjalan karena ini sampai 11 Agustus, kita evaluasi terus,” sambungnya.

Ditanya soal peserta yang dinyatakan reaktif Covid hasil antigen, akan disiapkan jadwal tersendiri. Artinya, peserta tidak harus mengikuti CAT di waktu yang telah terjadwalkan sebelumnya. “Kita memudahkan, jadi bukan berarti gugur. Tapi kita jadwalkan sendiri,” tandasnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari