Ekonomi Bisnis

Anak KSP Moeldoko Jabat Dewan Pembina Asppindo, TGUPP Harap Jadi Organisasi Nasional

Randy Bimantoro (kiri) foto bersama dengan Ketua Asppindo. (Foto: Ist)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Putra pertama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko, Randy Bimantoro, menjadi satu dari 14 jajaran Dewan Pembina Asosiasi Pengusaha Perbatasan Indonesia (Asppindo).

Masuknya Randy Bimantoro mengundang banyak harapan dari sejumlah pihak di Kalimantan Utara. Salah satunya Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Kaltara, Bastian Lubis.

Kepada awak media, Bastian mengatakan, wilayah perbatasan masih memiliki masalah yang kompleks.

Ini berkaitan dengan sulitnya akses komunikasi, minimnya ketersediaan infrastruktur dan banyaknya jumlah regulasi. Sehingga perlu ada organisasi yang berperan menjembatani persoalan tersebut.

“Saya berharap Asppindo bisa menjadi pembina pengusaha-pengusaha di perbatasan. Termasuk menekan produk-produk ilegal yang keluar-masuk,” kata Bastian baru-baru ini.

Bastian mengapresiasi adanya nota kesepakatan antara Asppindo dengan Pemprov Kaltara. Ia meyakini hal ini akan membantu masyarakat di daerah perbatasan.

“Dengan adanya asosiasi ini, diharapkan juga membantu program pemerintah yang mengalami keterbatasan masalah dana. Sedangkan masyarakat di sana merupakan benteng kita terhadap negara lain,” paparnya.

Asppindo ke depan diharap menjadi organisasi nasional. Mengingat ada 7 provinsi yang berbatasan langsung dengan negara lain.

Pelantikan Asppindo yang dipimpin langsung Gubernur Kaltara, telah menjadi legitimasi pertama untuk Asppindo menunjukkan kiprahnya.

Ketua TGUPP Bastian Lubis (tengah) saat menyaksikan pelantikan Asppindo. (Foto: Ist)

Harapan menjadi organisasi nasional dinilai sangat dimungkinkan. Karena Asppindo sendiri menjadi bagian dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Kemudian diperkuat dengan kehadiran Randy Bimantoro yang memiliki banyak akses di kalangan pengusaha nasional.

“Dengan begitu, Asppindo memiliki spesifikasi untuk mendeteksi pengusaha-pengusaha yang legal dan taat asas peraturan. Saya lihat itu bisa kuat sebagai pencegahan daripada barang-barang ilegal,” paparnya.

Bastian meyakini Asppindo dapat memacu pertumbuhan ekonomi di perbatasan. Ini disebabkan Asppindo bisa menjadi wadah eksistensi pengusaha di perbatasan secara resmi.

“Kalau nggak ada wadah, ini akan diombang-ambingkan. Karena regulasi di perbatasan memang agak rumit. Peraturannya terkait dengan negara lain juga, tidak hanya di dalam negeri,” pungkasnya. (*/bis)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Didik

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment