Headline

Alam Kaltara Penyangga Ibukota Negara

Kaltara memiliki sumber daya alam melimpah sebagai modal utama penyangga IKN di Kaltim, khususnya sektor energi hingga pertanian dan ketahanan pangan. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)
  • Wagub Sebut Energi dan Pertanian sebagai Sektor Penopang

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Rencana pemindahan ibukota negara di Pulau Kalimantan, tepatnya di Kabupaten Panajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dinilai berimbas pada semua daerah di sekitarnya. Tidak terkecuali bagi Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Bahkan pemerintah daerah di provinsi paling bungsu di Indonesia ini turut mempersiapkan diri menjadi penyangga bagi pusat pemerintahan negara. Salah satunya daya dukung dari potensi alam yang dimiliki Bumi Benuanta.

Kaltara memiliki luas wilayah 7,5 juta hektare (75.467 kilometer persegi) atau hampir seluas Provinsi Jawa Tengah ditambah Jawa Timur. Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Yansen Tipa Padan mengatakan, di atas wilayah itu, provinsi ke-34 ini memiliki modal alam yang sangat kaya. Sehingga, dinilai strategis menjadi penyangga ibukota negara dengan pusat pemerintahan di dalamnya.

“Luas wilayah Kaltara hampir sama dengan pulau jawa. Jadi kita harus menempatkan Kaltara ini menjadi penyangga, karena perbatasan. Memiliki hutan, memiliki sungai, ini kan kondisi yang sangat mendukung. Di daerah lain, hutan sudah tidak se-virgin kita lagi. Ini harus kita jaga. Kalau ibukota pindah ke Kalimantan, kita masih bisa bicara hutan yang hijau. Siapa punya? Kalimantan Utara. Kita masih bisa bicara sungai, karena banyak sungai-sungai yang ada di Kalimantan Utara. Jadi saya kira ini penyangga-penyangganya. Jadi saya kira, Provinsi Kalimantan Utara bagi ibukota (negara) itu sangat strategis,” urai Yansen saat ditemui akhir pekan lalu.

Dengan sumber daya alam (SDA) tersebut, lanjutnya, sektor energi menjadi salah satu penopang yang dapat ditawarkan ke ibu kota negara. Tidak terkecuali sektor lainnya, terutama pertanian dan ketahanan pangan.

“Jelas, pertama energi, kalau kita bicara menopang IKN (ibukota negara). Kemudian yang kedua, pertanian amat luas, dan jangan lupa kaltara ini memiliki kandungan kekayaan yang sangat luar biasa. Pertanian luas, termasuk tanaman pangan, perikanan, peternakan dan perkebunan,” ungkapnya.

Selain itu, Yansen yang juga masih menjabat Bupati Malinau dua periode itu mengungkapkan, semua sektor di Kaltara perlu dikembangkan. Terlepas sebagai penyangga pusat pemerintahan, potensi SDM di Kaltara harus dikelola maksimal untuk mensejahterakan masyarakat.

“Masalah ibukota pasti bisa menopang. Hitunglah berapa hasil tambang, itu termasuk terbesar di Indonesia. Siapa punya? Kita semua. Cuma itu kurang diperhatikan dengan baik. Makanya hal ini dipersiapkan dan dirapatkan bersama tim (perangkat daerah). Bagaimana meningkatkan pendidikan, pertanian, kemudian DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa). Supaya bagaimana pemerintahan desa difungsikan dengan benar,” jelas Yansen TP.

Sebagai informasi, sejak tahun lalu, Pemprov Kaltara telah menyiapkan sarana dan prasarana penunjang penyangga ibukota negara. Baik di sektor energi, pangan, transportasi, hingga pertahanan keamanan. Untuk itu, pemprov mengupayakan penambahan area penggunaan laun (APL) seluas 500 ribu hektare atau 4,5 persen dari luas wilayah Kaltara.

Selain itu, juga disiapkan tiga daerah untuk penyuplai kebutuhan pangan ke ibukota baru di Kaltim itu. Tiga daerah tersebut adalah Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Nunukan akan menjadi penyedia padi dan cabai, serta Kabupaten Malinau sebagai penyedia padi dan jagung. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah