Headline

Aktivitas Ibadah Ramadan Mulai Dilonggarkan

Pelaksanaan ibadah sholat ashar berjamaah di Masjid Jami Habib Ahmad Alkaf. (Foto : Agung/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan panduan ibadah Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Pedoman tersebut tertera dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2021.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kaltara, Suriansyah Hanafi mengatakan, pelonggaran aktivitas beribadah mulai diperkenankan. Khususnya yang diselenggarakan berjamaah di rumah–rumah ibadah.

“Saya lihat ini agak lebih longgar ya (dibanding tahun lalu). Kalau dulu, kita memang traumatik (awal pandemi). Tapi sekarang sudah dibolehkan pemerintah. Namun tetap dengan kriteria protokol kesehatan,” kata Suriansyah, Selasa (6/4/2021).

Ia mencontohkan, sahur dan buka puasa bersama, tarawih berjamaah, peringatan Nuzulul Quran, iktikaf, hingga salat Idulfitri berjamaah, sudah diperbolehkan. Berbeda dengan substansi panduan tahun lalu.

Meski begitu, peran serta organisasi dan pemuka agama sangat dibutuhkan. Sehingga masyarakat memahami dengan benar isi panduan yang disampaikan pemerintah. “Saya berharap lembaga–lembaga yang berafiliasi dengan Islam, tokoh–tokoh agama, bisa menyebarluaskan isi dari edaran ini,” ajak Suriansyah.

“Kita juga akan melakukan pemantauan untuk memastikan protokol kesehatannya jalan. Kita kerja sama dengan Dewan Masjid. Dari MUI diharap juga memberikan pengawasan dan penekanan,” lanjut Suriansyah.

Ramadan tahun ini kembali diharap membawa berkah dan rahmat untuk umat muslimin. Oleh karena itu, perlu keseriusan dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah yang ada. “Ramadan menjadi media pelatihan dan pendidikan diri selama satu bulan. Semoga nilai–nilai baiknya dapat terus kita apresiasikan di 11 bulan selanjutnya,” pesan Suriansyah.

Secara khusus, Kakanwil mengajak masyarakat Kaltara menjaga moderasi beragama. Bulan puasa ia nilai sebagai momentum untuk memperkuat toleransi antar-umat beragama. Umat agama non-Islam selalu menghormati umat Islam yang menjalankan ibdah puasa.

Seluruh umat beragama juga diajak memelihara sikap saling menghargai. Melalui itu, moderasi beragama dan kerukunan umat bisa semakin kuat. “Memasuki bulan Ramadan, kita juga harus bisa menghadirkan penghormatan dan penghargaan terhadap agama lain,” serunya.

Lebih lanjut menyambut bulan Ramadan, Kanwil Kemenag Kaltara kembali akan melaksanakan rukyatul hilal penentua masuknya 1 Ramadan 1442 H. Lokasi tahun ini di Kota Tarakan. “Insya Allah kita melaksanakan di Kota Tarakan, tanggal 12 (April) sore. Bersamaan dengan seluruh Indonesia,” kata Suriansyah.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bulungan, H. Basmar, mendukung penuh panduan ibadah Ramadan yang disusun Kemenag. “Kita di PCNU, apa yang menjadi keputusan pemerintah, kita akan mengikuti dan mendukung itu,” kata Basmar di hari yang sama.

Ulama dan tokoh agama NU akan diminta membantu menyosialisasikan ini kepada jamaahnya. Khususnya mengenai teknis protokol kesehatan. “Kita akan sebar luaskan. Kita akan sampaikan ke masyarakat. Alhamdulillah sudah dibolehkan. Yang penting, ibadah kita dijaga dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Warga nahdliyin diharap bisa bersikap proaktif. Sehingga pelaksanaan ibadah terhindar dari potensi penyebaran Covid-19. “Kalau dulu 3M, sekarang ada 5M. Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi aktivitas yang tidak perlu,” pesan Basmar.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bulungan, H. Mardiman mengungkapkan, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sebenarnya masih menganjurkan ibadah di rumah.  “Kalau PP Muhammadiyah sebenarnya tidak menganjurkan (ibadah dan rangkaian Ramadan) di masjid, di lapangan. Diharapkan masih di rumah,” kata Mardiman.

Namun, didasarkan tren penurunan positif Covid-19 di Bulungan, pengurus sepakat untuk melaksanakan rangkaian Ramadan di rumah ibadah. “Kebetulan tadi malam baru rapat membahas masalah itu. dr. Widodo sampaikan, yang terpapar Covid-19 tinggal sedikit di rumah sakit. Jadi kita di Bulungan ikuti petunjuk Menteri Agama,” jelasnya.

Pengurus masjid dan musala diminta maksimal menerapkan protokol kesehatan. Sehingga jamaah dapat beribadah dengan aman. “Kita melaksanakan tarawih berjamaah, salat berjamaah, salat jumat dengan protokol ketat. Buka (puasa) bersama nanti, makanannya dikotakkan, jadi tidak bercampur tangan,” paparnya.

Kemudian, untuk jamaah yang dalam kondisi tidak sehat, diminta beribadah di rumah. Ini untuk kebaikan bersama. “Yang sakit, ya tidak usah (berjamaah). Yang batuk, pilek, juga kalau bisa tidak boleh. Kalau sudah sehat, ya silakan (berjamaah kembali),” kata Mardiman.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah