Nunukan

Akses Lancar, Mobilitas Orang dan Barang Juga Lancar

TNI bersama warga gotong royong membangun jembatan di Desa Makmur. (Foto: Istimewa)
  • Satgas TMMD Bangun Jembatan Penghubung di Daerah Perbatasan

NUNUKAN, Koran Kaltara – Sudah setahun, jembatan penghubung Trans Baru dan Trans Lama di Desa Makmur, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, rusak.

Jembatan berkonstruksi kayu tersebut merupakan salah satu jalur ekonomi masyarakat perbatasan karena sebagai akses warga serta barang dari dan ke pusat ekonomi di kawasan tersebut. Selain itu juga  sebagai jalur para orangtua mengantar anaknya ke sekolah, baik TK/PAUD, SD, SMP maupun SMA. Kemudian mobilitas angkutan hasil pertanian dan perkebunan warga menuju Desa Sanur sebagai pusat perekonomian.

Jembatan berukuran sekitar 5×6 meter itu juga dimanfaatkan warga Malinau, kabupaten tetangga, untuk mengangkut hasil pertanian maupun perkebunan mereka.

Kepala Desa Makmur, Mulyana mengatakan sejak jembatan rusak, bukan hanya akses dan roda ekonomi terganggu, namun juga mengakibatkan sering terjadinya kecelakaan.

Diketahui, kondisi jembatan selain permukaan yang berlubang, batang kayu penyangga utama juga patah. Akibatnya, jembatan tidak bisa dilalui oleh kendaraan, apalagi kendaraan roda empat.

Sejak jembatan tidak dapat dilalui kendaraan, sebenarnya dibuat jalan alternatif dari Jalan Kacer menuju Trans Baru. Namun rutenya memutar dan jarak tempuh yang jauh sekitar 1,5 kilometer. Sementara jika melewati jembatan itu hanya 500 meter.

Mulyana mengatakan, pemerintah sebenarnya berencana memperbaiki jembatan tersebut agar aktivitas warga tidak terganggu. Namun, anggaran yang dimiliki pemerintah terbatas.

Kondisi inilah yang kemudian mendorong Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Wilayah Perbatasan ke- 108 Kodim 0911 Nunukan membangun jembatan rusak tersebut.

“Sekarang adanya program TMMD, sangat terbantu, aktivitas masyarakat sangat terbantu dan kembali normal. Perputaran ekonomi juga jalan,” ujar Mulyana, Selasa (28/7/2020).

Ia mengatakan, awalnya pembangunan jembatan ini tidak masuk dalam sasaran fisik TMMD. Namun demikian belakangan dia kaget ternyata masuk dalam program TMMD.

Menurutnya, jembatan itu menjadi penghubung antarwilayah dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehingga dimasukkan oleh Kodim 0911 Nunukan sebagai sasaran fisik tambahan.

Di wilayah tersebut, Trans Baru dan Trans Lama, terdapat sekitar 1.000 lebih kepala keluarga yang memanfaatkan keberadaan jembatan.

“Alhamdulillah jiwa besarnya prajurit TNI lewat program TMMD, warga desa saya terbantu dengan pembangunan jembatan ini,” kata Mulyana.

Jembatan tersebut dibangun oleh TNI bersama warga setempat. Sejak dimulai 30 Juni 2020 dan bertahap hingga rampung pada 26 Juli lalu, warga turut bergotong royong bersama TNI.

Selain jembatan, bantuan pembangunan fisik TMMD di wilayah tersebut juga berupa Tugu TMMD di Simpang Empat Desa Makmur. Tugu itu sudah menjadi wacana kepala desa dua tahun yang lalu, sudah merencanakan membangun tugu sebagai tanda mata waktu menjabat. Namun tidak terlaksana karena anggaran terbatas.

“Namun sekarang macam mimpi, tugu itu terwujud. TMMD ini betul-betul membantu menyelesaikan kebutuhan masyarakat,” tandas Mulyana.

Kemudian TNI juga melakukan rehab gereja, pembuatan jalan tani sepanjang 1,6 kilometer dan pembukaan jalan sepanjang 430 meter.

Mulyana berkomitmen bersama Ketua RT, untuk bersama-sama berkomitmen dalam menjaga dan merawatnya. Dia mewakili masyarakat Tulin Onsoi mengucapkan terima kasih kepada TNI dan Satgas TMMD.

“Karena adanya program TMMD, program kerja sama dengan pemerintah daerah walaupun anggarannya terbatas, namun hasilnya luar biasa untuk Desa Makmur,” pungkasnya.

Komandan Kodim (Dandim) 0911 Nunukan, Letkol Czi Eko Pur Indriyanto menjelaskan, program TMMD menyasar kegiatan fisik dan nonfisik. Saat ini program fisik maupun nonfisik sudah rampung dikerjakan di wilayah perbatasan tersebut.

Sasaran fisik yang tuntas dikerjakan, yaitu pembuatan badan jalan, pembuatan jembatan, rehab gereja dan masjid, pembuatan MCK di SD, pembuatan gorong-gorong, pembuatan dan perbaikan jembatan kayu, peningkatan badan jalan serta perbaikan jalan.

Kemudian sasaran non fisik, yakni penyuluhan bela negara dan wawasan nusantara, penyuluhan kesehatan dan Covid-19, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan pendidikan hukum dan kamtibmas, penyuluhan radikalisme dan terorisme, serta pengobatan massal dan pembagian sembako.

“Proses penentuan sasaran TMMD sudah sesuai dengan ketentuan dengan menggunakan sistem “botton up planning”. Mulai dari pembahasan dan musyawarah di tingkat desa dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh adat yang ada di Kecamatan Tulin Onsoi,” jelasnya, Rabu (29/7/2020).

Kemudian, hasil pembahasan diajukan melalui mekanisme dengan memperhatikan kriteria penentuan sasaran fisik. Penentuan sasaran TMMD tersebut diperkuat oleh Danramil 0911-03/Sebuku.

Untuk kegiatan perencanaan yang bersifat fisik maupun non fisik dikoordinasikan oleh Dandim selaku Dansatgas bersama Pemda dengan melibatkan Dan SSK serta instansi terkait lainnya. “Sehingga seluruh kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik,” ungkap Dandim.

Pelaksanaan TMMD di perbatasan tersebut mendapat respon sangat positif dari warga masyarakat setempat. Hal ini ditunjukkan oleh antusiasme masyarakat untuk ikut membantu pelaksanaannya. (*)

Program Pembangunan Fisik TMMD di Tulin Onsoi

  • Pembuatan badan jalan  1.600 meter
  • Pembuatan jembatan 4 unit  5 x 1,5 meter
  • Rehab Gereja ukuran 7 x 9 meter
  • Rehab Masjid ukuran 9 X 11 meter
  • Pembuatan MCK ukuran 2 X 6 meter
  • Pembuatan Gorong-gorong ukuran 1 X 5 meter
  • Perbaikan Jembatan Kayu 2 Unit ukuran 5 X 7 meter
  • Peningkatan Badan Jalan 6 X 600 meter
  • Perbaikan Jalan 6 X 500 meter

Reporter: Sabri
Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah