Nunukan Pendidikan

Agrowisata Perkebunan dan Perikanan SMKN 1 Sebatik Barat, Menuju Ketahanan Pangan

Budidaya lele sistem bioflok di SMKN 1 Sebatik Barat. (Foto: Istimewa)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Mewujudkan SMKN 1 Sebatik Barat sebagai sekolah Agrowisata Perkebunan dan Perikanan di Kabupaten Nunukan terus dilakukan oleh pihak sekolah bersama siswa-siswinya menuju ketahanan pangan. Lewat dua jurusan, yakni Jurusan Perkebunan dan Pertanian, para siswa dibimbing dan diarahkan dalam praktik kerja industri (Prakerin) maupun proyek sekolah.

Untuk jurusan perkebunan, menanam buah-buahan, seperti pisang, durian, manggis, jeruk dan rambutan di lahan seluas 10 hektare. Sedangkan jurusan perikanan, melakukan budidaya ikan lele jumbo sebanyak 13 ribu ekor dengan sistem bioflok.

Kepala SMKN 1 Sebatik Barat, Sujud mengatakan, langkah yang sudah dilakukan oleh jurusan perkebunan, yakni menanam pisang gepok seluas 4 hektare sejak tahun 2019. Sampai sekarang sudah ada 2 ribu pohon yang ditanam dua kali, yakni pada 2019 dan bulan Maret 2020 dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara.

Setelah pisang, sekarang sudah proses penanaman untuk 500 bibit durian okulasi di tanah seluas 4 hektare. Kemudian penanaman durian, dilanjutkan penanaman manggis, rambutan dan jeruk keprok Pacitan. Untuk manggis dan jeruk keprok masing-masing 1 hektare.

“Sehingga jumlahnya sekitar 10 hektare untuk penanaman buah-buahan, termasuk pisang dan rambutan. Tanamnya satu persatu, tidak langsung semuanya. Misalnya durian dulu, begitu sudah tumbuh baru lanjut ke manggis dan jeruk,” ujar Sujud, Sabtu (18/7/2020).

Ia mengatakan, untuk pisang penanaman pertama di tahun 2019 sudah panen dan hasilnya sekitar Rp500 ribu. Kemudian penanaman kedua, diperkirakan bulan Januari 2021 akan panen raya.

Hasil dari pisang nanti, bisa mendatangkan pendapatan sekitar Rp7 juta sampai Rp10 juta, mengingat jualnya tidak susah karena banyaknya permintaan dari pedagang di Pulau Sebatik.

“Ada yang beli per sisir Rp3 ribu, ada juga dibawa ke Tawau itu 1 kilo Rm.70 sen atau setara Rp2,300. Berapa pun jumlahnya, pedagangnya siap membeli karena pasaranya sampai ke Tawau,” jelas Sujud.

Selanjutnya, kata Sujud yang juga Ketua PGRI Sebatik Barat, untuk jurusan perikanan, sejak tahun kemarin budidaya ikan lele sistem bioflok dengan hasil panen sekitar 150 kg dari dua kolam.

Tahun ini untuk pengganti anak-anak prakerin, itu proyek sekolah dengan menggenjot dan menyiapkan delapan kolam bioflok.

“Hari ini, Sabtu (18/7/2020), saya tabur bibit lele jumbo sebanyak 13 ribu yang awalnya 10 ribu ekor. Hasilnya nanti sekitar 1 ton lebih,” kata Sujud.

Sedangkan jurusan Akuntansi melalui Unit Produksi (UP) memiliki tugas untuk melakukan produksi pengemasan sampai penjualan hasil dari jurusan perkebunan dan pertanian. Karena mulai tahun ini, hasil dari perkebunan akan dikelola oleh UP, dimana 15 persen dari hasil pendapatan akan dikembalikan ke jurusan perkebunan dan perikanan untuk kebutuhan operasional anak-anak saat praktik.

“Maksud dan tujuan saya, bagi anak-anak ketika lulus SMKN nanti, yang tidak bekerja, supaya berwirausaha dari ilmu yang didapatkan waktu sekolah. Misalnya budidaya lele di sekitar rumah, pasarannya sangat menguntungkan. Panennya 3 bulan sekali,” pungkasnya. (*/bis)

Reporter: Sabri
Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah