Tarakan

Ada Larangan Mudik, Pengusaha Speedboat Pasrah

Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan. (Foto: Sahida)

TARAKAN, Koran Kaltara – Pemerintah mengeluarkan larangan mudik, melalui Peraturan Menhub (Permenhub) Pengendalian Transportasi pada masa Idulfitri tahun 2021. Dengan adanya kebijakan dari pemerintah pusat ini, membuat pelaku usaha speedboat reguler tidak terlalu berharap peningkatan pendapatan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Tarakan, Mulyadi menuturkan, adanya larangan mudik ini secara tidak langsung mempengaruhi pendapatan dari pelaku usaha speedboat reguler.

“Padahal selama ini kami berjuang untuk tetap survive di kondisi pandemi Covid-19,” ujarnya, dihubungi Rabu (7/4/2021).

Mulyadi mengatakan, kebijakan larangan mudik ini mempengaruhi pendapatan pelaku usaha transportasi. Terlebih lagi, dalam siklus satu tahun untuk mudik Lebaran serta mudik Natal dan Tahun Baru menjadi momen yang memberikan keuntungan para pelaku usaha, karena ada peningkatan jumlah penumpang.

Bahkan, ia sebutkan untuk jumlah penumpang di kedua momen tersebut bisa meningkat 100 persen hingga 200 persen. Namun, karena ada kebijakan larangan mudik, meski bukan kebijakan baru, ia pun mengaku pasrah. Terlebih lagi pemerintah beralasan larangan mudik ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Tahun sebelumnya, kebijakan serupa juga diterapkan. Memang sangat memberatkan bagi kami pelaku usaha speedboat reguler. Apalagi ada juga Surat Edaran (SE) No.8/2021 terkait pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) mudik dan mengajukan cuti. Jadi, selain masyarakat umum, untuk ASN juga dilarang untuk cuti dan mudik,” ungkap Mulyadi.

Ia menambahkan, kebijakan ini juga akan mempengaruhi jumlah penumpangnya. Terlebih lagi, karena Kaltara terhubung dengan jalur laut, para penumpang speedboat malah paling banyak berasal dari ASN. Dipastikan, seperti tahun sebelumnya setelah larangan mudik Lebaran, kegiatan speedboat reguler masih tetap berjalan dengan jumlah penumpang sangat menurun.

Tahun lalu, di awal pandemi Covid-19 untuk penyebarannya cukup tinggi dan meluas di Kaltara. Akhirnya, armada yang melayani pelayaran sangat sedikit. Namun, ia mengaku tidak mengetahui bagaimana kondisinya saat ini, ditambah lagi dengan adanya larangan mudik.

Sedangkan penerapan protokol kesehatan (prokes), Mulyadi menegaskan masih tetap diwajibkan. Terutama penerapan swab antigen saat ini masih berlaku di beberapa daerah di Kaltara yang memiliki perjalanan lebih dari duq jam seperti Nunukan, Malinau dan Tana Tidung.

“Kami berharap kondisinya bisa normal kembali, apalagi sekarang pemberian vaksin sudah dilakukan secara bertahap,” harapnya.

Meski tahun ini speedboat reguler sudah bisa beroprasi semuanya, namun masih tetap bergantung pada jumlah penumpang. Ia ungkapkan, saat ini baru sekitar 50 persen yang beroperasi secara bergantian setiap harinya.

“Kalau sekarang yang beroperasi di Kaltara baru sekitar 50 persen. Hanya ada momen-momen tertentu saja terjadi peningkatan, seperti adanya pendaftaran mahasiswa baru dan pendaftaran peserta didik baru (PPDB),” tuturnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah