Headline

ABK Berasal dari Luar Daerah Langsung Jalani Isolasi

Devi Ika Indriarti

TARAKAN, Koran Kaltara – Penambahan kasus positif virus corona di Kota Tarakan berasal dari Anak Buah Kapal (ABK) pengangkut barang. Kasus pertama ditemukan pada 6 September lalu yaitu Covid163. Selanjutnya, 7 kasus pada Selasa (22/9/2020) dan 29 kasus diumumkan oleh Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 pada Rabu (23/9/2020).

Adanya kluster kapal khusus ini, diumumkan secara virtual oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Tarakan Devi Ika Indriarti, Rabu (23/9/2020). Dirinya menjelaskan secara singkat mengenai kronologi adanya penambahan import case secara signifikan ini.

Dimulai dari temuan konfirmasi positif kepada salah satu ABK pada 6 September lalu, dilanjutkan dengan pemeriksaan swab kepada seluruh ABK lainnya. Namun Devi tidak menyebutkan nama kapal yang dimaksud, dirinya hanya mengatakan kapal khusus barang.

“Mereka semua kru kapal, tetapi bukan kapal penumpang. Setelah dilakukan swab, banyak yang positif. Kapal pembawa logistik dari Surabaya. Tiba di Tarakan sudah lama, makanya dilakukan isolasi mandiri di suatu tempat. Jadi, tidak berbaur dengan masyarakat, dan mereka merupakan ABK satu kapal,” terangnya.

Jumlah secara keseluruhan ABK kapal tersebut sebanyak 101 orang, dan hasil swab yang sudah keluar baru 70 sampel dengan hasil 37 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun masih ada 31 sampel yang belum keluar hasilnya. Temuan kluster kapal ini semuanya dalam perawatan di RSU Kota Tarakan, dengan tanpa gejala.

Kapal tersebut masih sandar di perairan Tarakan. Pasien Covid-19 yang saat ini dalam perawatan di rumah berjumlah 46 orang. Untuk di RSUD Tarakan hanya 3 orang, perawatan mandiri 5 orang, dan di RSU Kota Tarakan 38 orang.

“Ruang perawatan di RSU Kota masih cukup. Mudah-mudahan mereka cepat sembuh. Pengambilan sampel swab dilakukan oleh RSU Kota dan RSUD Tarakan, tetapi pemeriksaan dilakukan di laboratorium di Surabaya. Karena kita tidak bisa memeriksa banyak,” ungkapnya.

Devi menegaskan bahwa kewaspadaan diri tetap harus diutamakan. “Harus tetap waspada. Jangan dianggap remeh Covid-19 ini, tetapi tidak juga harus ditakutkan terlalu berlebihan. Patuhi protokol kesehatan, supaya terhindar dari tertular penyakit ini. Tenaga kesehatan yang menggunakan APD lengkap saja masih ada yang terpapar, apalagi jika kita mengabaikan protokol kesehatan. Makanya harus berhati-hati,” pesannya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Nurul Lamunsari

 

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah