Malinau

8 Tenaga Kesehatan Malinau Diberangkatkan ke Apau Kayan

Bupati Malinau Wempi W Mawa memimpin pelepasan tenaga kesehatan ke Apau Kayan. (foto: Sollaimansyah)

MALINAU, Koran Kaltara – Pemkab Malinau mengirimkan 8 tenaga kesehatan sebagai upaya tindakan percepatan penanganan Covid-19 di wilayah DOB Apau Kayan. Mereka terdiri dari dua tenaga dokter dan enam tenaga perawat medis yang sudah memiliki pengalaman dalam penanganan pasien Covid 19.

Bupati Malinau Wempi W Mawa mengatakan, pergeseran tenaga kesehatan ini untuk membantu tenaga perawat di duq Kecamatan, yakni Kecamatan Kayan Hulu dan Selatan.

“Memang teman-teman perawat di perbatasan (Apau Kayan, Red) ini memiliki skil. Tetapi, mereka juga memerlukan semangat dari teman-teman tenaga kesehatan yang punya pengalaman menangani pasien Covid-19,” Wempi kepada Koran Kaltara, Kamis (8/7/2021) siang.

Wempi mengintruksikan Kepala Dinas Kesehatan PPKB Malinau sebagai koordinator tenaga kesehatan penanganan Covid-19 tersebut.

“Jadi dr. John Felix Rundupadang dan dr Bram serta beberapa tenaga perawat yang diberangkatkan ke sana,” kata dia.

Wempi sudah menginformasikan situasi perkembangan terkini dengan Pemprov Kaltara.  “Saya juga sudah komunikasikan dengan Pak Gubernur, sekaligus melaporkan situasi dan kondisi saat ini,” jelasnya.

Wempi berharap dukungan Pemprov Kaltara agar dapat mengirimkan sejumlah tenaga kesehatan di wilayah Apau Kayan.

“Informasinya beliau (Gubernur) akan menyiapkan tenaga kesehatan karena setelah kunjungan kami ke sana, gubernur bersama wagub juga sudah melihat secara langsung, ” ungkapnya.

Selain itu, kata dia,  pihaknya juga mengirimkan beberapa obat-obatan dan kebutuhan yang dibutuhkan.

“Seperti asupan, nutrisi dan vitamin kepada saudara-saudara kita yang ada di sana,” tutur Wempi.

Bupati mengatakan, bahwa pemerintah daerah membuka diri bagi tenaga kesehatan yang ingin menjadi relawan untuk membantu masyarakat di wilayah Apau Kayan.

“Kalau memang ada relawan bersedia menolong masyarakat di Apau Kayan, kami membuka diri. Jika itu memang diperlukan dan memungkinkan mengambil alternatif itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr. John Felix Rundupadang mengatakan, selama ini, kata dia, pasien yang terpapar Covid-19 hanya menjalani isolasi mandiri.

Oleh karena itu, pemerintah daerah mengirimkan tenaga kesehatan yang sudah pernah menangani pasien Covid-19.

“Apalagi teman-teman tenaga kesehatan kita di sana, memang ada sedikit ketakutan melakukan perawatan. Karena itu, kita membawa yang sudah berpengalaman untuk memberikan support dan semangat,” ucap dia.

Menurut dia, tenaga kesehatan yang dikirim ke Apau Kayan akan disentralkan di pelayanan RSUD Pratama Long Ampung.

“Beberapa tenaga perawat di sana akan dimaksimalkan. Informasinya, kita juga akan diback up provinsi yang akan mengirimkan tenaga kesehatannnya ke Apau Kayan,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, untuk merujuk pasien Covid-19 ke Malinau maupun Tarakan terkendala transportasi penerbangan.

“Kemarin MAF sempat membawa ke Tarakan. Namun tidak ada izin persetujuan atau konfirmasi ke Bandara Tarakan,  sehingga mereka mendapatkan pinalti. Kita berharap ke depan sudah bisa, asal mendapatkan persetujuan dari bandara tujuan,” ucap dia.

John menyampaikan, sudah ada empat pasien terpapar Covid-19 di Apau Kayan meninggal dunia.  “Itu informasi tadi malam. Nah, masih ada lagi tambahan dua, tapi belum kita konfirmasi lagi ke sana,” ucap John.

Dia mengaku, penyebaran Covid-19 di Apau Kayan sangat cepat menularkan ke masyarakat di delapan desa dari dua kecamatan tersebut.

“Kejadian awal itu hari Jumat dua pekan lalu. Saya naik hari Senin itu sudah menyebar. Bahkan desa yang terjauh saat dilakukan pemeriksaan dan sudah mendapatkan puluhan terpapar Covid-19. Jadi memang sangat cepat,” kata dia.

Karena itu, kata dia, pemerintah daerah berupaya mengendalikan agar penyebarannya tidak meluas.

“Kami meminta dukungan doa dari masyarakat Malinau untuk kita bisa menangani dengan baik,” tutur dia.

John mengatakan untuk percepatan penanganan Covid-19 di Apau Kayan, langkah awalnya  menangani kondisi pasien yang kritis.

“Lalu, kami akan melakukan edukasi isolasi mandiri bagi masyarakat yang masih bisa beraktivitas seperti biasanya,  dengan keluhan ringan,” jelas John. (*)

BACA JUGA :

Marleni Siap Bantu dan Rawat Pasien Covid-19 di Apau Kayan

Bupati Malinau Minta Bantuan Tenaga Medis dan Logistik ke Pemprov

Reporter: Sollaimansyah
Editor: Sobirin

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment