78 Persen PMI di Tawau Bekerja di Sektor Perkebunan

Warga Negara Indonesia dari Tawau yang dipulangkan ke Nunukan, belum lama ini. (Ist)

NUNUKAN, Koran Kaltara - Sektor perkebunan, paling banyak menampung Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya wilayah Tawau, Sabah, Malaysia. Berdasarkan data Konsulat Republik Indonesia (KRI), sebanyak 78 persen PMI yang berkerja di sektor perkebunan di Tawau.

"Sisanya berada sektor informal lainnya. Misal ada yang menjadi pegawai toko, asisten rumah tangga, dan sebagainya," ungkap Konsul RI Tawau, Aris Heru Utomo pada Selasa (22/4).

Namun begitu, dia mengatakan bahwa sektor perkebunan pula yang merupakan sektor di mana pekerjanya banyak yang tidak memiliki izin kerja. "Bahkan, kita juga mencatat ada ribuan dokumen yang akan habis izin tinggalnya juga izin kerjanya," tambahnya.

Kasus tidak adanya izin kerja maupun habis izin tinggal dan kerja, terungkap saat pihaknya melakukan Reach Out layanan Kekonsuleran di wilayah kerja KRI Tawau. "Reach out ini adalah upaya kita menyambangi WNI yang ada di Tawau. Nah, itu kita selalu langsung ke tempat-tempat dimana banyak WNI atau PMI berada. Terutama di wilayah perkebunan," tambahnya.

Saat melakukan pengecekan lapangan, pihaknya bekerja sama dengan agen para tenaga kerja. "Kita berupaya memberikan pelayanan maksimal ke PMI dengan mendata WNI yang dokumennya akan habis. Langkah ini untuk memastikan pelayanan keimigrasian lebih maksimal," jelasnya.

Dalam layanan ini, Konsul RI Tawau juga melakukan perpanjangan paspor di tempat. Dimana, rata-rata setiap pekan, pihaknya melayani 500 hingga 600 paspor yang sudah habis berlakunya.

"Kita juga melakukan penerbitan paspor baru. Itu rata-rata dalam sebulan ada sekitar 2 ribu dokumen paspor baru yang kita diterbitkan," ungkapnya.

Aris juga menegaskan bahwa pihaknya selalu memastikan bahwa PMI harus memiliki dokumen dan izin kerja ketika akan memperpanjang paspor. "Karena, kita temukan beberapa PMI yang pindah tempat kerja karena tergiur upah tinggi. Sehingga, izin kerja awal tidak dapat digunakan," pungkasnya. (*)

Reporter: Asrin

Redaktur: Nurul Mujib Lamunsari

BERITA TERKAIT

Berita terkait tidak ditemukan!

TERPOPULER

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com