Nunukan

630  Petugas Pelayanan Publik Jadi Sasaran Vaksinasi Tahap Kedua    

Pengecekan vaksin Sinovac saat tiba di Kabupaten Nunukan . (foto: istimewa)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Vaksinasi tahap kedua di Kabupaten Nunukan akan dilaksanakan mulai minggu depan. Sebanyak 630 petugas pelayanan publik ditargetkan mendapatkan suntikan Vaksin Sinovac.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan Aris Suyono mengatakan bahwa Vaksin Sinovac tiba di Nunukan pada Selasa (2/3/2021), dengan jumlah 1.260 dosis untuk 630 sasaran dengan dua kali penyuntikan.

“Sasaran pelaksanaan vaksinasi tahap dua lebih diutamakan untuk petugas pelayanan publik dan sudah dilakukan pemetaan berdasarkan data yang sudah masuk,” kata Aris Suyono, Rabu (3/3/2021).

Sasarannya, kata dia,  berasal dari 52 instansi. Diantaranya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI Polri, instansi vertikal,  termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Rinciannya, OPD dilingkungan Pemda Nunukan, Polres Nunukan, Kodim 0911 Nunukan, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Malaysia, Pengadilan Agama, Kantor Kementrian Agama, Pengadilan Negeri, bank nasional dan daerah.  Kemudian, Badan Narkotika Nasional Kabupaten, PDAM, BPJS, Badan Pusat Statistik, Imigrasi, BP3TKI, Bea Cukai, KSOP, Bandara, RRI, Telkom, Telkomsel, Pelni , Pelindo dan PLN,” jelas Aris Suyono.

Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan  Nurmia menambahkan bahwa vaksin yang didistribusikan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara masih terbatas. Sehingga vaksin bagi petugas pelayanan publik dilakukan bertahap.

“Pembagian penerima vaksin tahap kedua ini, berdasarkan surat edaran Kementrian Kesehatan RI. Dalam surat edaran itu disebutkan sekian persen untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI Polri dan petuga pelayanan publik lainnya.   Jadi kita meminta data ke masing-masing OPD. Pembagiannya berdasarkan surat edaran dari Kementrian Kesehatan, misalnya ASN berapa persen, TNI Polri berapa persen,” ujarnya.

Dia menjelaskan keterbatasan vaksin membuat tidak semua petugas pelayanan publik akan mendapatkan vaksinasi.

“Petugas yang diprioritaskan untuk vaksin tahap kedua ini, dikembalikan ke masing-masing OPD atau instansi. Silahkan memilih yang mana diprioritaskan,” kata dia.

Dia menyampaikan pelaksanaan vaksin direncanakan minggu depan, kalau sudah terdistribusi. Karena sampai saat ini, masih ada OPD atau instansi belum mengisi data .

“Kalau OPD belum mengirim data, bagaimana mau dilakukan vaksinasi. Direncanakan minggu depan, kalau semua data sudah masuk. Jadi verifikasi data langsung dari masing-masing OPD dan dikirim langsung ke sistem di Kemenkes. Untuk pelaksanaan vaksin di fasilitas layanan kesehatan yang telah di tunjuk yaitu di Puskesmas dan Rumah Sakit,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sabri
Editor: Sobirin

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah