Bulungan

60 Kasus Perdata Selesai di PN Tanjung Selor

MENYELESAIKAN : Sebanyak 60 kasus perdata telah diselesaikan di PN Tanjung Selor. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
  • Banyak Kasus Tak Berhasil Dilakukan Mediasi

TANJUNG SELOR,Koran Kaltara – Jika sebelumnya menyampaikan data rekapitulasi klasifikasi perkara pidana biasa yang telah diselesaikan, Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor kembali merilis data kasus perdata yang telah diselesaikan. Terhitung sejak Januari hingga April 2020, ada 60 kasus perdata yang telah diselesaikan.

Kepala PN Tanjung Selor Benny Sudarsono mengungkapkan, kasus-kasus yang ditangani dan diselesaikan itu sudah di-minutasi atau di-arsipkan. Di mana dalam kasus perdata yang paling banyak diselesaikan adalah kasus perbaikan dalam akta kelahiran sebanyak 21 kasus. Menyusul kemudian perbuatan melawan hukum sebanyak 16 kasus.

“Kasus perceraian yang kita selesaikan juga cukup tinggi, yaitu sebanyak 11 kasus. Sementara untuk kasus wanprestasi yang berhasil diselesaikan sebanyak delapan kasus serta gugatan memperoleh akta perdamaian atas kesepakatan perdamaian di luar pengadilan sebanyak dua kasus,” kata melalui rilis yang disampaikan.

Meski ada kasus yang berhasil diselesaikan, tak sedikit juga kasus-kasus perdata yang terjadi di wilayah hukum PN Tanjung Selor tidak bisa selesai. Bahkan, melalui mediasi yang dilakukan oleh pihaknya juga tak mendapatkan kesepakatan dari kedua belah pihak. Seperti kasus perceraian 1 kasus yang tidak berhasil di mediasi, perbuatan melawan hukum ada 1 kasus, perbaikan dalam akta kelahiran 1 kasus.

“Ada satu kasus penerimaan atau penolakan warisan juga tidak berhasil kita mediasi. Perbuatan melawan hukum satu kasus, wanprestasi satu kasus dan kasus penyerobotan satu kasus serta satu kasus perbuatan melawan hukum. Tapi alhamdulillah, ada juga beberapa kasus yang berhasil kita mediasi. Tapi lebih banyak yang tidak berhasil dibandingkan berhasilnya,” kata Benny.

Dijelaskannya, untuk penyelesaian kasus perdata memang pihaknya lebih mengedepankan upaya mediasi. Jika upaya mediasi itu gagal, maka akan dilanjutkan ke proses hukum. Melalui data yang dirilis pihaknya sepanjang Januari hingga April ini, ada dua kasus perceraian yang berhasil dimediasi pihaknya.

“Kalau kasus perceraian, biasanya memang kita lebih kedepankan mediasi. Tapi kalau untuk tahun ini (Januari – April), hanya dua kasus saja yang berhasil kita mediasi. Satu kasus gagal, serta 11 kasus kita putus,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah