Kaltara

5 Persen Mahasiswa dan Pelajar di Kaltara Terjerat Narkoba

Salah satu pelajar yang diamankan lantaran menjadi kurir narkoba. (Foto : Ramlan)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Kaltara mencatat, 5 persen  pelajar dan mahasiswa di Kaltara terjerat kasus narkoba.

Jumlah tersebut tercatat sejak tahun 2018 hingga 2020 atau sejak tiga tahun terakhir.

Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNP Kaltara Rizki Adi Priatama mengatakan, masih adanya kalangan pelajar atau mahasiswa yang terjerat masalah narkoba, lantaran tingkat kesadaran masih sangat rendah.

Baik itu sebagai pelaku (kurir dan pengedar), maupun sebagai pengguna (konsumsi) masih banyak ditemukan.

“Karena tingkat kesadaran yang masih rendah. Makanya dari data kita, masih ada mahasiswa ataupun pelajar yang terjerat. Sekarang secara nasional, kita (Kaltara) di peringkat 24,” katanya kepada Koran Kaltara.

Menurut dia, masih adanya kalangan pelajar dan mahasiswa terlibat narkoba ini sebagai persoalan serius.

Mereka juga mengakui, menciptakan kondisi pelajar terbebas sempurna dari narkoba bukan perkara gampang.

Apalagi ketika dilakukan tes urine secara mendadak, tak jarang ada pelajar atau mahasiswa yang positif.

Artinya, mereka sudah terlibat dalam barang haram itu sebagai orang yang pernah mengkonsumsi.

“Tapi kalau untuk (tes urine) sekarang, itu belum ada karena kan, belum tatap muka. Kalau tatap muka, biasanya kita datang ke sekolah dan tes urine di sekolah. Tidak ada juga (siswa) yang berani untuk lapor diri,” bebernya.

Disebutkannya, ada tiga pihak yang jadi perhatian dalam mencegah penyebaran konsumsi narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Ketiganya adalah lingkungan keluarga, lingkungan tempat belajar dan lingkungan masyarakat.

“Membangun milenial yang terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba tentu bukanlah pekerjaan yang mudah,” imbuhnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Eddy Nugroho

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment