Nunukan

49 Formasi CPNS di Nunukan Kosong

Sejumlah peserta yang sebelumnya menjalani tes SKD di kantor Bupati Nunukan, bulan lalu. (foto: Asrin/Koran Kaltara)
NUNUKAN, Koran Kaltara -  Hingga kini, hasil pelaksanaan Seleksi Kompentesi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Nunukan masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat. Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Pengembangan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nunukan, Hamseng SH mengatakan, pihaknya akan mendatangi Kantor BKN Pusat. "Jadi kita dijadwalkan hari ini (kemarin,…

NUNUKAN, Koran Kaltara –  Hingga kini, hasil pelaksanaan Seleksi Kompentesi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Nunukan masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat.

Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Pengembangan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nunukan, Hamseng SH mengatakan, pihaknya akan mendatangi Kantor BKN Pusat. “Jadi kita dijadwalkan hari ini (kemarin, red.) untuk ke BKN,” bebernya kepada Koran Kaltara, Kamis (20/12/2018).

Saat ini, kata dia, hasil CPNS masih dalam tahap singkronisasi nilai. Termasuk verifikasi sertifikasi pendidik dan identifikasi pelamar yang merupakan putra daerah. “Jadi ini semua yang akan dibahas Kepala BKPSDM di BKN,”  kata dia.

Menurut dia, dari 237 formasi di Kabupaten Nunukan,  ada 49 formasi masih kosong dan tidak terisi. Ini diketahui setelah selesai pelaksanan tes SKB.

“Jadi saat tes SKD kemarin, memang ada 16 formasi kosong. Nah, baru-baru ini setelah SKB bertambah 33 formasi jadi total yang kosong ada 49 formasi,” ungkapnya.

Menurutnya,  33 formasi ini kosong karena pelamarnya tidak lulus passing grade. Dan setelah diambil perangkingan,  nilai minimum 225 tidak terpenuhi,  sehingga terjadi kekosongan.

“Untuk langkah selanjutnya menangani kekosongan ini,  kita lihat dari kebijakan pemerintah pusat. Karena mereka yang punya kewenangan,”  kata dia.

Diketahui, peserta yang ikut SKB sebanyak 345 orang. Dimana 24 merupakan peserta yang lulus mendapatkan passing grade saat SKD lalu. Selebihnya diambil dari perangkingan sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara (Permenpan) Nomor 61/2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi Pegawai Negeri Sipil Dalam Seleksi CPNS Tahun 2018.  (*)

Reporter: Asrin

Editor: Sobirin

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 21 Desember 2018