Headline

42.455 Pekerja Terima Subsidi Gaji

Tenaga kerja konstruksi. (Dok/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kementerian Keuangan mencatat ada 42.455 pekerja di Kalimantan Utara yang mendapat Bantuan Subsidi Upah (BSU). Bantuan ini biasa disebut subsidi gaji untuk pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta dan terdaftar aktif di Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS TK) atau kini disebut BP Jamsostek. Apabila diakumulasikan, total anggaran untuk Kaltara yang dikeluarkan pemerintah sebesar Rp101,89 miliar.

Dari dokumentasi Koran Kaltara sebelumnya, Kantor BP Jamsostek Cabang Tarakan mengantongi 45 ribu nomor rekening di Kaltara yang mendapat bantuan tahun kemarin. Sehingga diketahui ada 2.545 pekerja yang belum mendapatkannya.

Pada laman resmi Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Senin (18/1/2021), Menaker, Ida Fauziyah menyampaikan, subsidi gaji memang tidak bisa tersalurkan pada sejumlah rekening karena beberapa faktor.

Faktor yang dimaksud, mulai dari duplikasi data, nomor rekening yang tidak valid, rekening sudah tutup atau terblokir karena pasif dalam jangka waktu yang lama, serta rekening tidak sesuai dengan NIK, dan rekening yang dibekukan. Pengembalian uang ke kas negara sebagai bentuk pertanggungjawaban keuangan. Mengingat tahun anggaran 2020 sudah berakhir di bulan Desember.

“Untuk menyelesaikan permasalahan itu,  ada kendala waktu yang terbatas karena akhir Desember 2020 seluruh dana sisa harus dikembalikan ke kas negara sebagaimana ketentuan Peraturan Menteri Keuangan. Jadi, beberapa tidak bisa tersalurkan,” ujarnya di Jakarta.

Namun, Menaker memastikan, penyaluran diupayakan berlanjut kembali tahun ini bagi pekerja yang belum menerima. Khususnya bagi yang datanya sudah valid dan tidak ada masalah.

“Jadi mudah-mudahan pada bulan Januari ini rekonsiliasi data dengan bank penyalur sudah selesai dilakukan. Maka akan kita mintakan kembali ke perbendaharaan negara untuk menyalurkan kembali,” kata Menaker Ida menambahkan.

Terkait pertanyaan mengenai penyaluran BSU tahun 2021, Menaker belum bisa memberikan kepastian penyalurannya kembali. “Untuk tahun anggaran APBN 2021, kami memang belum menerima perintah untuk menyalurkan kembali program BSU.  Kami sudah punya hasil evaluasi yang akan kami berikan dan dikoordinasikan dengan Kemenko Perekonomian. Jika kondisi perkonomian kita belum normal kembali, saya kira diskusi tentang Program BSU ini kita bisa pertimbangkan untuk bisa dilakukan kembali pada  tahun 2021,” jabar Menaker.

Sementara itu, salah satu pekerja yang menerima subsidi gaji tahun ini, Supri (25), berharap agar bantuan serupa berlanjut tahun ini. Dengan begitu, beberapa pos pengeluaran bisa tertutupi. “Saya kerja sambil kuliah. Lumayan buat tambah-tambah. Apalagi sekarang lagi skripsi. Butuh buat print, foto copy dan lainnya,” kata Supri, Selasa (19/1/2021).

Hal senada juga disampaikan Rian (28). Besaran subsidi gaji dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan. Sehingga tidak ada kekhawatiran apabila ada pengeluaran tidak terduga. “Kalau sekarang sih Alhamdulillah cukup buat sehari-hari. Tapi kalau ada bantuan, bisa sedikit tenang lah. Karena kan kita ada pegangan lebih,” jelasnya.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah