415 Ormas Terdata di Kaltara
Basiran
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kalimantan Utara, mencatat 415 Organisasi Masyarakat (Ormas) yang ada di Bumi Benuanta – Sebutan Kaltara. Baik yang secara resmi ditunjukkan melalui kepemilikan (Surat Keterangan Terdaftar) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau berbadan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
Dari data yang Koran Kaltara terima, diketahui jumlah ormas terbanyak ada di Kabupaten Nunukan, yakni mencapai 115 organisasi. Kepada awak media, Kepala Bakesbangpol Kaltara, Basiran menyampaikan, keberadaan ormas yang beragam di Kaltara mencerminkan tingkat demokrasi dalam kondisi baik. Dimana seluruh masyarakat memiliki kebebasan untuk berserikat dan berkumpul dalam rangka menyampaikan aspirasi dan pemikirannya.
“Dengan banyaknya Ormas di Kaltara, menunjukkan bahwa tingkat demokrasi di Kaltara cukup bagus. Memang untuk persoalan demokrasi, capaian Indeks Demokrasi di Kaltara dalam kategori baik dan berada di urutan empat tertinggi nasional,” kata Basiran saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.
Lanjutnya, keberadaan ormas nantinya diharap dapat berkontribusi terhadap percepatan pembangunan daerah. Terlebih di Kaltara yang baru beberapa tahun menyandang status Daerah Otonomi Penuh.
“Sebagai provinsi baru, Kaltara memiliki slogan untuk bisa menjadi yang terdepan. Oleh karena itu, seluruh unsur yang ada harus bergerak cepat. Artinya bukan dari pemerintahnya saja, melainkan juga harus didukung dari semua elemen lainnya di masyarakat, termasuk kontribusi Organisasi Masyarakat,” jabar Basiran.
Terkait pengawasan, diutarakan Basiran bahwa di daerah didukung oleh kerja sama antar-lintas instansi. Sehingga implementasi di lapangan bisa berjalan dengan maksimal. Adapun sepanjang tahun 2019 sendiri, tidak ada ormas yang dibubarkan karena berbagai faktor. Baik mengganggu stabilitas keamanan dan kondusivitas daerah atau memiliki ideologi yang bertentangan dengan dasar negara Pancasila.(*)
Reporter : Agung Riyanto
Editor : Nurul Lamunsari
BERITA TERKAIT
Berita terkait tidak ditemukan!
TERPOPULER