Bulungan

3000-an Sarang Belum Miliki Izin

Salah satu sarang burung walet di Bulungan. (Foto : Nurjannah/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran KaltaraAda ribuan rumah sarang burung walet di Bulungan sampai saat ini belum memiliki izin, sebagai legalitas pengelolaannya. Hal ini menyusul adanya  Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 tahun 2005, tentang izin usaha sarang  burung walet yang tidak relevan dengan kondisi saat ini. Sehingga oleh Pemkab Bulungan bersama DPRD, kini sedang melakukan revisi terhadap perda tersebut.

Salah satu persoalan yang kini diperbaharui adalah terkait radius rumah sarang burung walet dengan pemukiman. Pemkab Bulungan, melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), telah mengusulkan proses perubahan tersebut melalui DPRD Bulungan.

Beberapa waktu lalu, fraksi di DPRD telah menyampaikan pandangan umumnya, sekaligus memberikan sejumlah saran dan masukannya. Terkait hal itu Kepala DPMPTSP Bulungan Jahrah mengatakan, salah satu perubahan signifikan dalam perizinan sarang burung walet adalah pada radius. Ia mengungkapkan, berdasarkan data terakhir ada 3000-an usaha sarang walet yang harusnya memiliki izin.

“Seluruh kecamatan itu datanya. Tapi itu belum masuk semua. Kita minta di 10 kecamatan, baru masuk sekitar 5-6 kecamatan. Kalau semua mungkin lebih,” ungkapnya.

Berkaitan dengan radius, dikatakan Jahra, sesuai dengan Perda yang lama ada persyaratan harus 500 meter dari pemukiman, serta wajib mendapat perstujuan tetangga kiri dan kanan. Hal tersebut, menurutnya sulit terpenuhi, karena kebanyakan rumah walet yang ada dekat dengan pemukiman. Dengan alasan keamanan. “Mengenai radius, sama juga kaitannya dengan desabel nya, itu juga harus diukur kalau tidak salah 40-50 desabel,” jelas dia.

Menurut Jahra, sebenarnya radius 500 meter tidak masalah. Akan tetapi mengharuskan tetangga kanan kiri sepanjang itu, memang sedikit sulit, setidaknya dalam satu RT harus ada tandatangannya. “Apalagi kalau harus melampirkan KTP. Jika sampai 500 meter itu kira-kira ada berapa banyak orang yang kita minta tanda tangan. Jadi radius itu yang harus kita kurangi,” katanya.

Meski begitu, lanjut dia, berapa usulan terbaru jarak radiusnya, masih belum dilakukan pembahasan bersama. “Nah itu (kesepakatan radius) kita belum bahas, karena kita usulkan dulu. Kalau melihat seperti Tarakan dan Samarinda itu 50 meter saja, mungkin saja kita juga samakab demikian. Kan itu tidak terlalu jauh,” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai sarang burung walet yang menyatu dengan tempat tinggal, disebutkannya lebih kepada safety. Namun demikian lebih jauh itu kaitannya dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sehingga akan diatur lebih lanjut.

“Itu khusus ada, tapi itu DPU-PR, karena memang peruntukannya beda. Nantinya juga akan dilengkapi untuk bangunan seperti apa secara teknis,” tandasnya. (*)

Reporter: Nurjannah
Editor: Eddy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah