Nunukan

2021, Baznas Nunukan Alokasikan Dana untuk Pendidikan Hingga Modal Usaha 

H Zahri Fadli

NUNUKAN, Koran Kaltara –  Di tahun 2021, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nunukan akan terus mengalokasikan dana untuk program pendidikan, bantuan sosial (bansos) hingga bantuan modal usaha kepada masyarakat Nunukan.

Tahun ini, alokasi anggaran untuk masing-masing program dari kisaran Rp500 juta hingga Rp2 miliar.

Ketua Baznas Kabupaten Nunukan, H. Zahri mengatakan, target penerimaan dari zakat, infaq dan sedekah (ZIS) tahun ini sebanyak Rp5,5 miliar.

Di tahun 2020, melebihi dari target Rp4,8 miliar, dimana penerimaan ZIS mencapai Rp6 miliar. Sehingga, Baznas Nunukan akan terus mengalokasikan angaran bantunan pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan taraf hidup melalui bantuan sosial hingga memberikan bantuan modal usaha.

Baznas Nunukan pada intinya memiliki empat program dan harus sejalan semuanya. Setiap penyusunan anggaran Baznas, masing-masing program punya pos. Misalnya program Indonesia Cerdas, untuk beasiswa tahun ini dialokasikan sebesar Rp500 juta, termasuk bantuan pendidikan sebesar Rp500 juta. Kemudian Mualaf Center Baznas (MCB), dialokasikan sebesar Rp500 juta.

Disamping itu juga Indonesia Takwa, kaitannya dengan pembangunan rumah ibadah, pembinaan mental spiritual.

Kemudian tahun ini menyediakan dan mengirim tiga orang tenaga guru, untuk mengabdi di Kecamatan Sembakung yang dibiayai oleh Baznas.

“Kemudian Indonesia Sejahtera yang orientasinya kepada bantuan modal usaha . Alokasinya hampir mencapai Rp1 miliar. Dari target Rp5,5 miliar, untuk duafa, bantuan fakir miskin, bantuan sosial dan sebagainya itu dialokasikan sekitar Rp2,8 miliar lebih,” ujar H. Zahri, Minggu (10/1/2021).

Dia mengatakan, Baznas juga memberikan bantuan yang sifatnya sosial karena kadang ada yang bersifat insidentil.

Seperti banyak kasus yang ditemukan,  yaitu adanya warga yang berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan, yang BPJSnya tertahan karena menunggak pembayaran. Ketika mau mengklaim, besarannya ada sampai Rp1 juta, Rp2 juta bahkan yang terbaru kemarin ada Rp2 juta lebih, tidak bisa membayar.

“Hal-hal seperti ini juga menjadi bagian perhatian dari Baznas. Di samping itu, Baznas tetap menampung aspirasi masyarakat ketika ada informasi, terutama dari dinas-dinas yang selalu berkoordinasi dengan Baznas, seperti Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan,” ujarnya.

Bahkan baru-baru ke Sulawesi, kata H. Zahri, ada beberapa orang,  transportasinya dibantu oleh Baznas. Dari Dinas Sosial mengantar warga karena kasus sosial, pihak dinas berkoordinasi dengan Baznas.

Karena sifatnya mendadak, menurut Baznas yang penting datanya jelas, apa yang dibantu itu jelas tapi, tidak melalui prosedur yang berbelit-belit dan panjang. “Insya allah datanya masuk hari ini, hari ini juga bisa kita lakukan,” kata H. Zahri.

Ia mengatakan, sesungguhnya Baznas Nunukan sumber penerimaannya tidak hanya dari ZIS di Nunukan. Untuk tahun 2021, mendapatkan bantuan dana dari Baznas pusat lewat program Zakat Community Development (ZCD) yang dilakukan berupa pembiakan kambing, olahan pisang dan petani sayur di Sebatik Tengah.

Kemudian di bulan Februari mendatang, Baznas pusat akan datang ke Nunukan untuk pengukuran indeks desa zakat.

“Indeks desa zakat dibutuhkan Baznas pusat untuk mereka mengelontorkan dana ke daerah,” pungkasnya. (adv)

Reporter: Sabri
Editor: Didik

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah