Nunukan

20.884 Keping E-KTP Rusak Dimusnahkan

E-KTP rusak dimusnahkan dengan dibakar di Halaman Kantor Disdukcapil Nunukan, Rabu (19/12/2018). (foto: Asrin/Koran Kaltara)
NUNUKAN, Koran Kaltara – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nunukan memusnahkan sebanyak 20.884  keping Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) rusak.  Pemusnahan dengan cara membakar e-KTP rusak itu  dilakukan di Halaman Kantor Disdukcapil Nunukan, sekitar  pukul 16.00 Wita, Rabu (19/12/2018). Kepala Disdukcapil Nunukn, Raden Iwan Kurniawan menyampaikan, bahwa pemusnakan e-KTP itu berdasarkan Surat Edaran Menteri…

NUNUKAN, Koran Kaltara – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nunukan memusnahkan sebanyak 20.884  keping Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) rusak.  Pemusnahan dengan cara membakar e-KTP rusak itu  dilakukan di Halaman Kantor Disdukcapil Nunukan, sekitar  pukul 16.00 Wita, Rabu (19/12/2018).

Kepala Disdukcapil Nunukn, Raden Iwan Kurniawan menyampaikan, bahwa pemusnakan e-KTP itu berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (SE Mendagri)  tanggal 13 Desember 2018 nomor  470.13/11176/SJ tetang Penatausahaan e-KTP Invalid. Dan, SE Mendagri tersebut  ditujukan ke seluruh Bupati/Balikota di Indonesia.

“Pemusnahan itu untuk menertibkan administrasi,  sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan, kewaspadaan dengan Sistem Administrasi Kependudukan serta menghindari penyalahgunaan e-KTP yang rusak,” ungkap dia usai pemusnahan e-KTP rusak.

Menurut dia, selain memerintahkan memusnahkan e-KTP rusak,  Mendagri juga meminta melakukan pengecekan terhadap e-KTP yang rusak saat cetak massal tahun 2011-2013 di Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota.  Apabila ditemukan, maka langsung dicatat dan segera dimusnahkan.

“Kita juga diminta untuk melakukan langkah-langkah pengamanan di tempat gudang penyimpanan dokumen negara, agar terhindar dari pencurian dan penyalahgunaan dokumen negara,” terangnya.

Menurut dia,  pemusnahan e-KTP  telah dilakukan dua kali.  Pertama,  Jumat (14/12), dengan memusnahkan 11.934 keping e-KTP rusak.  Dan kedua, Rabu (19/12), sebanyak 8.950 keping e-KTP rusak dimusnahkan.

“Semua itu e-KTP rusak dan mengalami perubahan data. Pemusnahan disaksikan  unsur Polres, Satpol PP, Diskominfotik. Jadi total ada  20.884 keping yang sudah kita bakar,” bebernya.

Pemusnahan ini, kata dia, akan kembali dilanjutkan apabila masih ditemukan e-KTP rusak saat pencetakan. “Sebelum kita munahkan kita buatkan berita acaranya untuk dimusnahkan,” pungkas dia. (*)

Reporter: Asrin

Editor: Sobirin

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 20 Desember 2018