Hukum Kriminal

19 Tersangka dan 5,6 Kg Sabu Diamankan Polres Nunukan

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro saat berbicara dengan salah satu kurir yang ditangkap dalam konferensi pers kasus narkoba selama dua bulan terakhir, Jumat (14/12/2018). (foto: Asrin/Koran Kaltara)
NUNUKAN, Koran Kaltara -  Untuk memberantas peredaran narkoba jenis sabu-sabu di perbatasan Kabupaten Nunukan tak hanya sekedar wacana. Sebab, rentetan jaringan narkoba terus diamankan Sat Resnarkoba Polres Nunukan. Bahkan, dalam kurun waktu dua bulan,  November hingga Desember, polisi  telah berhasil menangkap 19 pelaku maupun kurir narkoba dengan barang bukti  sebanyak  5,6 kilogram lebih. Kapolres Nunukan…

NUNUKAN, Koran Kaltara –  Untuk memberantas peredaran narkoba jenis sabu-sabu di perbatasan Kabupaten Nunukan tak hanya sekedar wacana. Sebab, rentetan jaringan narkoba terus diamankan Sat Resnarkoba Polres Nunukan.

Bahkan, dalam kurun waktu dua bulan,  November hingga Desember, polisi  telah berhasil menangkap 19 pelaku maupun kurir narkoba dengan barang bukti  sebanyak  5,6 kilogram lebih.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro mengatakan, bahwa pengungkapan itu sesuai 12 laporan. Dan yang terselesaikan sebanyak 9 laporan.  Sehingga masih 3 laporan yang masih dalam penyelidikan.

“Semua pelaku yang kita tangkap  adalah warga negara Indonesia,” ungkapnya saat konferensi pers, di Mako Polres Nunukan, Jumat (14/12/2018).

Dia menyampaikan, bahwa modus pelaku beragam.  Contoh,  kasus narkoba  pada 7 November lalu. Dimana, Sat Resnarkoba Polres Nunukan berhasil mengamankan tersangka  berinisial RM dengan barang bukti  11 bungkus sabu seberat 550 gram. Sabu itu dikemas dalam kotak kardus, lalu dimasukkan dalam karung dicampur Milo dan susu kaleng.

“Sabu ini rencananya akan dibawa ke Polman, Sulawesi Barat dan anggota kita sudah melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan polres di sana,”  kata dia.

Kemudian, lanjut dia,  penangkapan di atas KM Bukit Siguntang pada 20 November lalu. Dalam kasus ini, ada tiga pelaku yang ditangkap, yakni NH, FA, SA dengan barang bukti 4 bungkus sabu seberat 200 gram disimpan dalam tas salempang.

“Ini juga rencananya akan dibawa ke Parepare, Sulawesi. Ketika melakukan penyelidikan di Tarakan, kita mengamankan dua jaringannya lainnya,” bebernya.

Semua narkoba yang berhasil diamankan berasal dari negara tetangga, Tawau, Malaysia. Sebab, kondisi perbatasan di Kabupaten Nunukan sangat dekat. Apalagi banyaknya jalur ilegal di Pulau Sebatik yang kerap dimanfaatkan untuk menyelundupkan narkoba.

“Ini menjadi atensi kita. Sejak saya menjabat Kapolres Nunukan,  salah satu prioritas dari Kapolri ini adalah memberantas narkoba di perbatasan. Karena semua barang yang mereka masukkan melalui jalur perbatasan,” ungkapnya.

Selain itu, dia menegaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan LO Polri di Malaysia untuk menangkap para DPO yang masih di Malaysia. “Banyak DPO di Tawau Malaysia atas perkara sabu ini. Kita juga sudah koordinasi dengan instansi terkait untuk menangkap mereka,” pungkas dia. (*)

Reporter: Asrin

Editor: Sobirin

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 15 Desember 2018

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment