Headline

189 Desa Belum Terjangkau Listrik PLN

Foto Bersama usai Audiensi DPRD Kaltara dengan jajaran pimpinan PLN UP3 Kaltara awal pekan ini. (Foto : Agung/Koran Kaltara)
  • Dukungan Penuh Peningkatan Layanan PLN Akses Seluruh Wilayah

TANJUNG SELOR , Koran Kaltara– Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara Bidang Energi dan Pembangunan, mendukung berbagai upaya percepatan peningkatan rasio desa berlistrik. Khususnya yang difasilitasi melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN). Demikian disampaikan Ketua Komisi III, Albertus Baya, Kamis (4/3/2021).

“Komisi III siap membantu dan memberi support penuh mengenai pemenuhan bidang kelistrikan ini. Secara khusus, kami sangat mengapresiasi berbagai upaya PLN dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat dan industri di Kaltara,” kata Albertus.

Sesuai data yang diterima dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kalimantan Utara (UP3 Kaltara), rasio desa berlistrik PLN di Kaltara mencapai 60,7 persen. Dari 482 desa di Kaltara, masih 189 desa yang belum terjangkau layanan PLN.

Berdasarkan wilayah kabupaten dan kota, ada 128 desa di Kabupaten Nunukan yang sudah terjangkau listrik PLN. Sementara 112 desa lainnya belum. Sehingga rasio desa berlistrik PLN di sana sebesar 53,33 persen.

Sementara itu, di Kabupaten Malinau tercatat ada 51 desa yang berlistrik PLN. Sedangkan 58 desan lain belum berlistrik PLN. Dengan begitu, rasio di sana sebesar 46,78 persen.

Adapun, di Kabupaten Tana Tidung ada 20 desa yang sudah berlistrik PLN. Sementara tinggal 7 desa yang belum berlistrik PLN. Sehingga di sana, rasio desa berlistrik PLN sebesar 78,13 persen.

“Sedangkan di Kabupaten Bulungan, rasio desa berlistrik PLN sudah 85,19 persen. Atau dari 81 desa, 69-nya sudah dialiri listrik PLN. Kalau di Tarakan, rasio desa berlistrik PLN nya sudah 100 persen. Itu data yang kami dapat saat audiensi dengan PLN, kemarin,” jelas Politisi PDIP tersebut.

Albertus berharap, pekerjaan listrik desa oleh PLN bisa terus berlanjut sampai mencapai angka 100 persen. Sehingga bisa mendukung berbagai kegiatan masyarakat dan industri di seluruh wilayah Kaltara.

“Kita tentu harapkan bisa segera mencapai angka 100 persen. Atau desa berlistrik PLN ini merata di semua wilayah. Memang tantangannya masih seputar faktor geografis sejumlah pemukiman masyarakat. Itu yang akan kita kawal bersama agar program ini tidak terhambat,” kata Albertus.

Terpisah, Manager PLN UP3 Kaltara, Suparje Wardiayono menyampaikan, PLN telah menjalankan pekerjaan listrik desa untuk 908 rumah di tahun 2020. Yakni 55 rumah di Desa Long Adiu, 37 rumah di Desa Punan Long Adiu, 65 rumah di Desa Bila Bekayuk, 328 rumah di Desa Long Loreh, 96 rumah di Desa Sengayan, 53 rumah di Desa Pelencau, 232 rumah di Desa Langap dan 42 rumah di Desa Nunuk Tanah Kibang. “Jadi total di tahun 2020, pekerjaan listrik desa mencapai 908 rumah,” kata Suparje.

Hingga awal tahun 2021, ada 17 desa yang menjadi target pekerjaan jaringan listrik PLN. Mayoritas berada di wilayah pedalaman dan perbatasan Kaltara.

“Untuk pekerjaan listrik desa tahun 2021 yang berjalan sampai dengan Januari kemarin, di antaranya di Desa Labang Nyarit, Desa Long Matung, Desa Long Rupan, Desa Liang Biadung, Desa Wa’laya, Desa Pa’matung, Desa Pa’terutun, Desa Pa’putak, Desa Pa’payak, Desa Pa’pirit, Desa Liang Aliq, Desa Sembudud, Desa Liang Turan, Desa Liang Bua, Desa Lubok Buat, Desa Butas Bagu dan Desa Pagar,” paparnya.

Suparje tidak menampik jika pekerjaan listrik desa terkendala aksesibilitas pengiriman material. Mengingat sejumlah lokasi sulit dilalui transportasi darat hingga perairan.

“Kendala yang menjadi tantangan bagi kami dalam pembangunan atau pekerjaan kelistrikan di desa, antara lain memang soal transportasi pengiriman material ke lokasi. Ini dikarenakan akses yang masih sulit ke sana. Bahkan kami harus mengirim material menggunakan pesawat,” pungkasnya.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah