Bulungan

1.164 Paket Mesin Konversi untuk Nelayan Bulungan

BANTUAN – Bupati Bulungan menyerahkan bantuan paket mesin konversi bagi nelayan secara simbolis. (Foto : Nurjannah/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Para nelayan di Bulungan mendapat bantuan paket mesin konversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) Bensin ke Bahan Bakar Gas (BBG). Bantuan serupa juga telah diberikan pada 2019 lalu, melalui kerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.

Jika tahun sebelumnya ada sebanyak 750 unit bantuan yang disalurkan kepada para nelayan, pada 2020 ini bantuan meningkat, menjadi 1.164 unit. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan nelayan oleh Bupati Bulungan Sudjatidi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jl Sabanar Lama, Tanjung Selor, Rabu (11/11/2020).

Bupati menjelaskan, 2019 lalu bantuan tersebar di empat kecamatan dan tahun ini sebanyak 1.164 unit disalurkan kepada nelayan di tujuh kecamatan. “Paket mesin itu terdiri mesin penggerak, konverter kit, dua buah tabung gas LPG 3 kilogram serta aksesoris pendukung berupa reducer, regulator, mixer dan lain-lain. Saya berharap ini bisa dimanfaatkan dan bisa membantu para nelayan di Bulungan,” kata Sudjati.

Ia mengatakan, keunggulan menggunakan mesin konversi BBM ke BBG adalah tidak mengeluarkan timbal seperti asap. Kemudian hemat biaya, serta mudah didapat bahan bakarnya, karena menggunakan tabung gas 3 kilogram.

“Bila dikonversikan ke liter, maka dalam 1 tabung gas yang berukuran 3 kilogram bisa menjadi 25 liter. Pakai 2 tabung berarti bisa 50 liter. Jadi lebih hemat dan lebih mudah didapat juga. Untuk itu bantuan dari Kementerian ESDM ini hendaknya dapat disalurkan secara baik kepada para nelayan kecil di Bulungan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Bulungan Masri menambahkan, Paket Konversi BBM ke BBG merupakan program kerjasama Kementerian ESDM, Komisi VIII DPR RI, PT Pertamina, serta Dinas Perikanan.

Dikatakan, para nelayan yang mendapat bantuan paket konversi adalah nelayan yang telah memenuhi persyaratan dari pemerintah. Yaitu pemilik kapal kurang dari 5 GT (Gross Tonnage) yang berbahan bakar bensin memiliki mesin 13 HP (Horse Power). Kemudian alat tangkap ikan ramah lingkungan serta belum pernah menerima bantuan serupa.

“Untuk itu, kita berharap kepada para nelayan yang mendapatkan agar peralatan ini dirawat dan dijaga dengan baik. Jangan dijual, karena ini bantuan dari pemerintah,” kata Masri. (*)

Reporter: Nurjannah
Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah