Nunukan

Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

Transportasi laut diimbau mewaspadai kecepatan angin dan gelombang tinggi.

NUNUKAN, Koran Kaltara – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nunukan mengimbau kepada seluruh masyarakat, baik yang bermukim di sekitar pantai, pengguna jasa transportasi laut dan nelayan untuk memperhatikan keselamatan berlayar.

Hal ini perlu diwaspadai, karena ada peningkatan tinggi gelombang yang cukup signifikan hingga ketinggian 4 meter.

Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya pola angin di Indonesia bagian utara equator berembus kencang dengan kecepatan 5-25 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan, angin berembus dari barat – utara dengan kecepatan 5-20 knot.

Kecepatan angin tertinggi, terpantau di Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi, perairan Kaltara dan Laut Sangihe. Sehingga kondisi inilah yang mengakibatkan kenaikan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Hal ini diungkapkan Pengamat Ahli Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Pertama, pada BMKG Kabupaten Nunukan, Taufik kepada Korankaltara.com, Jumat (14/2/2020).

Dia menjelaskan, moda transportasi yang berisiko, diantaranya adalah perahu nelayan yang perlu waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter. Kemudian kapal tongkang waspada jika kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter.

Lalu kapal fery waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter. Sementara kapal ukuran besar seperti kargo, kapal pesiar juga perlu mewaspadai angin dengan kecepatan lebih dari 27 knot serta tinggi gelombang di atas 4 meter.

“Jadi Kabupaten Nunukan saat ini selain fase kering, gelombang tinggi juga diperkirakan terjadi. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk waspada,” jelas Taufik. (*)

Reporter: Sabri
Editor: Didik