Nunukan

Warga Minta Jaringan Tower di Pedalaman Dibenahi

Amrin Sitanggang

NUNUKAN, Koran Kaltara – Meski Kementerian Kominfo telah memasang jaringan tower  tahun lalu, namun sampai saat ini,  beberapa daerah pedalaman masih belum bisa menikmati komunikasi tersebut. Hal ini diketahui saat warga menyampaikan keluhannya dan mengusulkan pembangunan tower baru di Musrenbang Kecamatan Tulin Onsoi, beberapa hari lalu.

Anggota DPRD Nunukan, Amrin Sitanggang mengatakan bahwa Kecamatan Tulin Onsoi memiliki 12 desa. Setiap desa mengeluhkan pelayanan jaringan komunikasi.

“Memang ada, yang dibangunkan Kominfo dulu, tapi tidak berfungsi, sering rusak. Katanya warga, SMS hari ini, besok baru sampai pesan SMS nya. Jadi, mereka meminta untuk dibangunkan tower jaringan swasta,” bebernya.

Dia mengatakan, apabila melihat skala prioritas, maka banyak skala prioritas di setiap desa. Hanya saja,  mereka sepakat mengambil dua skala prioritas di setiap desa. “Karena skala priortas ini banyak, ada pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Kalau di Ibukota Kecamatan Tulin Onsoi itu, rumah dinas camat dan staf yang belum ada,” bebernya.

Kemudian di Kecamatan Sembakung, kata dia, yang menjadi prirotas adalah peningkatan jalan dari Atap hingga Tepian dengan  panjang sekitar 25 kilometer.

“Kalau sekarang baru tembus ke Lubakan. Nah, itu kan masih jauh. Ada Pelaju, Tagol dan lainnya. Jadi masih jauh. Dan, jalan Atap ke Manuk Bungkul. Kemudian bus sekolah di Kecamatam Sembakung,” terangnya.

Sementara itu, kata dia, Kecamatan Sebuku sama dengan Tulin Onsoi.  Mereka menginginkan pembangunan tower baru sebanyak dua unit. Kemudian, peningkatan jalan dari Sebuku ke Sembakung. “Paling utama jaringan komunikasi dan jalan. Selama ini, banyak keluhan warga desa terhadap jalan rusak dan mobilnya amblas. Namun saat mau minta bantuan, tidak ada signal komunikasi,” bebernya.

Seharusnya, kata dia, Kominfo bisa menurunkan tim teknis untuk melihat kondisi tower di pedalaman. Sehingga saat terjadi kerusakan, bisa langsung diperbaiki.

“Kita sudah lapor ke Kominfo di Nunukan bahwa yang dibangunkan dari pusat itu tidak berfungsi maksimal,” bebernya. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin