Hukum Kriminal

Wanita yang Ditangkap Nyabu di Hotel Ternyata Bidan

Seorang Bidan : Tersangka pelaku penyalahgunaan narkoba berinisial LM, ternyata merupakan seorang bidang disalah satu Puskesmas di Tanjung Selor. (Foto : Ist)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara Wanita berinisial LM (29) yang ditangkap bersama seorang pria di salah satu hotel di Tanjung Selor beberapa hari lalu, ternyata diketahui berprofesi sebagai seorang bidan. Seperti diketahui, LM ditangkap bersama AH (21). Keduanya disangkakan kasus narkotika jenis sabu-sabu. Dari mereka ditemukan barang bukti berupa sabu seberat 1,96

Diketahuinya profesi LM sebagai bidan diungkap oleh rekan kerjanya. Dia selama ini bekerja di Puskesmas Bumi Rahayu, Tanjung Selor. Namun statusnya sebagai pegawai tidak tetap (PTT) di Puskesmas tersebut, sudah diputuskan pada tahun 2018 lalu. Alasannya, LM memang kerap mangkir dari pekerjaanya sebagai seorang bidan di Puskesmas tersebut.

“Kalau dulu itu (bidan). Tapi sering tidak berada di tempat (di Puskesmas) saat jam kerja. Kayaknya, itu alasan kenapa kontraknya tak diperpanjang,” ujar salah satu rekan kerja LM di Puskesmas yang enggan namanya dikorankan, Selasa (27/8/2019).

Selama menjadi seorang bidan di Puskesmas tersebut, dia bersama rekannya yang lain di Puskesmas itu, tak pernah merasa curiga akan keterlibatan LM dengan narkoba jenis sabu. Bahkan, ketika kabar LM diamankan pihak kepolisian lantaran kasus sabu, ia juga sempat merasa tidak percaya. “Kalau soal itu (keterlibatan dengan narkoba), kita tidak pernah curiga. Dia itu hanya kurang disiplin saja. Kemungkinan, gara-gara itu kontraknya tidak diperpanjang,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, Suryadi juga membenarkan, jika LM yang diketahui berdomisili di jalan Bilung Lung, RT 007, Desa Jelarai Selor, Tanjung selor itu merupakan seorang bidan. Namun, semenjak kontraknya diputus pada tahun 2018 lalu, pihak Dinkes tidak mengetahui lagi apa pekerjaan dari LM.

Ia mengungkapkan, sebelum menjadi PTT kesehatan di lingkup pemerintah kabupaten (pemkab) Bulungan, pihaknya akan melakukan tes urine terlebih dahulu dengan bekerjasama dengan BNK. Bahkan, setiap PTT wajib dilakukan tes urine setiap tahunnya sebelum kontraknya diperpanjang.

“Dia itu dulu, memang bidan di Puskesmas. Tapi semenjak dia sudah resign (berhenti), dia sudah tidak ada kabar lagi. Tapi, setiap tahunnya itu kita memang rutin melakukan tes urine bagi PTT sebelum kontraknya di perpanjang. Tapi, karena dia sudah keluar, itu sudah bukan urusan kami,” jelasnya saat ditemui Koran Kaltara di ruangannya.

Seperti diberitakan Koran Kaltara sebelumnya, LM diamankan Tim Sat Reskoba Polres Bulungan bersama dengan kekasihnya di sebuah hotel, Sabtu (24/8/2019) lalu. Dari hasil pengungkapkan itu, pihak kepolisian menemukan 1,98 gram narkoba jenis sabu. Dalam penggerebekan itu, keduanya diamankan ditempat berbeda. Untuk LM sendiri, diamankan di sekitar lobi hotel tersebut. Sedangkan untuk kekasihnya AH, diamankan didalam kamar. Dari hasil penggerebekan, pihak kepolisian menemukan 4 paket sabu di atas sebuah meja. Sedangkan 1 paket lainnya, ditemukan di dalam dompet AH. (*)

Reporter : Ramlan
Editor : Eddy Nugroho