Headline

Wali Kota Imbau Masyarakat Waspada

Foto: Ilustrasi/Internet

TARAKAN, Koran Kaltara – Meskipun tidak memiliki lahan luas yang terbakar, namun Pulau Tarakan dalam beberapa hari terakhir diselimuti kabut asap yang diduga kiriman dari luar daerah. Oleh karena itu, Wali Kota Tarakan, Khairul mengimbau kepada masyarakat Bumi Paguntaka untuk waspada dan menggunakan masker saat keluar rumah. Hal itu dilakukan untuk menghindari ganguan kesehatan yang disebabkan oleh asap.

“Kebakaran hutan lebih banyak karena faktor manusia yang membakar untuk membuka lahan perkebunan, atau karena membuang puntung rokok sembarangan sehingga terjadi kebakaran. Kemarin, kepada semua kepala daerah yang ada di Kaltara dipanggil semua terkait persoalan kebakaran lahan, kecuali Tarakan. Karena memang di sini tidak ada. Kalau Tarakan, kena dampak kabut asap itu karena kiriman,” terang Khairul, Selasa (10/9/2019).

Meskipun demikian, kabut asap yang masih tipis belum terlalu berdampak pada kesehatan masyarakat. Jika nanti kabut asap semakin tebal maka akan diumumkan kondisi darurat sehingga Pemerintah Kota Tarakan akan mengumumkan penggunaan masker secara resmi.

“Kalau sudah ada dampak, kita akan umumkan, jika ketebalan kabut asap sudah pada level tertentu dan harus pakai masker. Tetapi kalau sekarang sudah ada inisiatif sendiri yang mau pakai masker ya Alhamdulillah,” ucapnya.

Sebagai mantan  Kepala Dinas Kesehatan dan seorang dokter,  Khairul menegaskan bahwa kabut asap dapat menyebabkan gangguan saluran pernafasan atau yang lebih sering disebut Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Bahkan jika ada yang memiliki riwayat sakit asma, akan dapat memicu penyakit ini kambuh.

“Asap ini dapat mempengaruhi gangguan kesehatan, paru-paru, ISPA, dan kalau ada yang memiliki bakat asma maka penyakit ini dapat kambuh karena kabut asap. Makanya perlu diwaspadai. Mudah-mudahan turun hujan, bukan hanya di Tarakan tetapi titik-titik sebaran api yang ada di Kaltara supaya asap tidak semakin tebal yang dapat menganggu kesehatan dan aktivitas warga lainya,” harapnya. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Nurul Lamunsari