Headline

Wali Kota Evaluasi Peralatan dan Penataan Permukiman

Wali kota Tarakan Khairul meninjau lokasi kebakaran yang berada di kelurahan Sebengkok (Sofyan Ali Mustofa/Koran Kaltara)

TARAKAN, Koran Kaltara – Kawasan padat penduduk yang berdampingan dengan pasar batu menjadikan musibah kebakaran yang terjadi pada Senin siang (20/1/2020), menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tarakan. Selain akan melakukan evaluasi peralatan petugas pemadam kebakaran, juga akan menata kawasan pemukiman untuk akses armada yang digunakan.

“Kami akan evaluasi peralatan, meskipun kita juga mengharapkan bantuan dari instansi lain seperti Bandara Juwata Tarakan untuk mendukung suplai air dengan mobil tangkinya. Kita juga selalu melakukan koordinasi dengan Kodim 0907, dan bantuan pihak lainnya yang memiliki armada untuk memadamkan api,” terang Wali Kota Tarakan, Khairul.

Berdasarkan pantauan Koran Kaltara di lokasi kejadian, musibah kebakaran di Kelurahan Sebengkok, selang milik petugas pemadam kebakaran terdapat kebocoran. Selain itu, panjangnya juga terbatas sehingga sulit menjangkau kobaran api yang dengan cepat menghanguskan pemukiman padat penduduk dan juga pasar.

Pasar Batu merupakan salah satu pasar tertua yang ada di Tarakan, sebagian besar menjual barang elektronik, pakaian, dan kosmetik. Namun saat ini telah rata dengan tanah dan puing-puing sisa kebakaran. Pemkot Tarakan akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait untuk mengambil kebijakan yang tepat untuk melakukan penataan.

“Tarakan ini kan rawan kebakaran. Kita harus melakukan penataan lingkungan supaya petugas pemadam kebakaran tidak susah masuk untuk memadamkan api, serta penanganannya juga tidak susah. Sebenarnya sudah ada pos pemadam mini, tetapi perawatannya tidak maksimal sehingga pada saat terjadi musibah seperti ini tidak efektif digunakan. Yang penting itu adalah penataan lingkungan” tegas Khairul.

Sementara itu, PLN akan melakukan pendataan kepada pelanggan yang menjadi korban kebakaran. Karena ini sifatnya force majeure maka pemasangan ulang akan dilakukan dengan gratis.

“Kita data dan cek dulu data-data pelanggan yang terkena musibah kebakaran ini. Kalau seperti ini pemasangan ulang nanti tidak akan dikenakan biaya,” kata Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tarakan PT. PLN Persero, Supardje Wardiyono. (*)

Reporter : Sofyan Ali Mustofa

Editor : Nurul Lamunsari