Headline

Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Kepala DPMPTSP Kaltara, Risdianto

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) mencatat, proyek investasi di Kalimantan Utara lebih banyak menyerap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dibanding Tenaga Kerja Asing (TKA).

Dari data yang dihimpun Koran Kaltara, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, diketahui kontribusi serapan TKI mencapai 98,75 persen, atau setara 14.629 orang. Sedangkan untuk serapan TKA, kontribusi serapan hanya 1,25 persen, atau 184 orang.

Secara detail, serapan tenaga kerja dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sebanyak 2.890 orang di tahun 2017; 4.171 orang di tahun 2018; dan 3.217 orang hingga triwulan III 2019. Sedangkan tenaga kerja yang terserap dari proyek Penanaman Modal Asing (PMA), jumlahnya mencapai 1.694 orang di tahun 2017, 2.330 orang di tahun 2018, dan 327 orang di tahun 2019.

Kepada Koran Kaltara, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Risdianto menyampaikan, pemerintah daerah memang mengupayakan agar laju investasi bisa berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya berasal dari terserapnya angkatan kerja daerah.

“Dengan begitu diharapkan tingkat pengangguran masyarakat kita bisa terus ditekan. Nantinya tentu bisa berimplikasi kepada penurunan angka kemiskinan daerah dan juga ketimpangan ekonomi. Terlebih lokasi investasi juga ada di setiap kabupaten dan kota,” kata Risdianto, Jumat (24/1/2020).

Secara teknis, dia juga memastikan jika tren penyerapan tenaga kerja di tahun 2020 tidak jauh berbeda. Yakni lebih mengedepankan tenaga kerja lokal yang ada. Oleh karena itu, Pemprov Kaltara melalui stakeholder terkait memiliki kewajiban untuk mempersiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang ada. Baik yang berada di masa pendidikan sekolah hingga sertifikasi keahlian dan keterampilan.

“Gubernur sudah menegaskan agar proyek investasi di Kaltara untuk bisa memprioritaskan tenaga kerja lokal yang memiliki kemampuan. Jadi tugas kita adalah bagaimana mempersiapkan angkatan kerja memiliki kemampuan tadi. Terutama bisa menyesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja yang dari perusahaan,” tutup Risdianto.(*)

Reporter : Agung Riyanto

Editor : Nurul Lamunsari