Headline

Usia PDP di Kaltara Bervariasi

PERIKSA SUHU TUBUH - Di Kaltara, meski tidak ada yang dinyatakan positif, upaya pencegahan terus dilakukan agar dapat memutus rantai penyebaran virus corona. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)
  • Dinkes Sebut Lansia Rentan dan Jadi Perhatian

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Di tengah kasus pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan negara lain di dunia, masyarakat terus diminta untuk meningkatkan kedisiplinan. Utamanya dalam hal meningkatkan pola hidup sehat, serta menjaga jarak fisik agar dapat memutus rantai penyebaran virus corona ini. Apalagi, setiap hari selalu ada kasus kematian akibat terinfeksi virus yang diduga berawal dari Wuhan, China tersebut.

Sebagian besar provinsi di Indonesia ada kasus positif virus corona. Hanya beberapa yang sejauh ini tidak memiliki kasus positif, salah satunya Kalimantan Utara (Kaltara). Diketahui, sesuai data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di provinsi termuda di Indonesia ini, hingga data yang dirilis terakhir, tidak satu pun kasus positif. Hanya saja, terdapat 170 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 8 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Kepala Dinas Kesehatan Usman mengungkapkan, untuk status ODP terus dipantau perkembangan kesehatannya. Dan orang-orang ini tersebar di semua kabupaten dan kota se-Kaltara. Sedangkan yang status PDP sedang dilakukan perawatan di ruang isolasi rumah sakit rujukan, baik di Tarakan maupun di Bulungan.

“Sejauh ini usia PDP yang ada di Kaltara bervariasi. Sejak PDP pertama, ada 32 tahun laki-laki, 25 tahun laki-laki, 25 tahun perempuan, 53 tahun laki-laki, 70 tahun laki-laki, 27 tahun laki-laki, 79 tahun perempuan, 66 tahun perempuan dan 39 tahun laki-laki,” sebutnya.

Sementara dari semua PDP yang ia sebutkan, setidaknya dua PDP awal sudah dinyatakan negatif dan diperbolehkan pulang setelah tes laboratorium. Adapun PDP lainnya masih menunggu hasil tes ditambah satu PDP baru yang dirawat di RSUD Tarakan. Meski usia PDP di Kaltara bervariasi, namun menurut sejumlah pakar, usia lansia rentan terhadap corona. Hal tersebut turut menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Ada juga usia masih muda (PDP) di Kaltara. Tapi usia-usia lansia memang rentan. Oleh karena itu, kita juga mau aktifkan kembali pos-pos lansia di kabupaten/kota. Berperilaku hidup sehat itu banyak dibahas di pos lansia. Sejauh ini ada di Bulungan, dan kita minta diaktifkan kembali,” terang Usman.

Sementara itu, ia berharap di Kaltara tetap dalam posisi tidak satu pun yang terpapar virus corona. Di antara PDP yang sedang dirawat, hasil laboratoriumnya nanti juga diharapkan negatif.

“Makanya kita juga kan lagi upayakan sosialisasikan. Mislanya yang dari luar pisahkan diri secara mandiri. Kalau ada gejala, supaya ke fasilitas kesehatan. Jangan sampai datang ke rumah langsung berkumpul dengan keluarganya, kalau sampai dia terinfeksi (virus), bisa menular,” kata Usman mengingatkan. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari